PROFIL dr. Djaja, Ahli Patologi Forensik yang Sebut Mirna Salihin Tewas Bukan karena Sianida
Kasus kopi sianida yang menewaskan Mirna Salihin kembali heboh dan jadi perbincangan publik. Banyak yang menungkap kejanggalan kasus ini.
TRIBUN-MEDAN.com - Kasus kopi sianida yang menewaskan Mirna Salihin kembali heboh dan jadi perbincangan publik.
Banyak yang menungkap kejanggalan hingga kasus ini bergulir ke pengadilan
Apakah memang benar Jessica Wongso pelaku pembunuhan yang sebenarnya sesuai putusan hakim?
Hingga mencuat kembali keterangan dokter bagian patologi forensik dr. Djaja Surya Atmadja yang menyebut tidak ditemukan sebaran racun sianida dalam tubuh Mirna.
Kecuali lambung hanya 0,2 mg/liter, menurutnya tidak bisa menyebabkan kematian.
Simak fakta dan kejanggalan lain menurut dr. Djaja.
Kasus tewasnya Mirna Sali
dr. Djaja Surya Atmadja menjadi sorotan lantaran pernyataannya tidak menemukan racun sianida dalam tubuh Mirna, dalam kasus yang melibatkan Jessica Wongso.
Pengakuan ini mengejutkan karena dr. Djaja Surya Atmadja memang sosok yang ahli dalam bidang patologi forensik.
dr. Djaja juga merupakan satu di antara dokter yang menangani jenazah Mirna dan juga menjadi saksi ahli dari pihak Jessica Wongso.
dr. Djaja menyebut bahwa Mirna Salihin bukan tewas karena sianida.
Pendapat atas keahliannya ini sudah ia kemukakan sejak 2016 silam.
Tewas bukan karena sianida
Kini, setelah film dokumenter Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso tayang, dr. Djaja kembali jadi sorotan dan tampil di YouTube dr. Richard Lee.
Di acara itu, dr. Djaja kembali menegaskan bahwa Mirna Salihin bukan tewas karena sianida.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Kesaksian-dr-Djaja-Mirna-Meninggal-Bukan-Karena-Sianida-Lambung-Darah-Urine-Hasilnya-Negatif.jpg)