Aksi Koboi di Sampali
Ruslan Si Koboi Sumut Pakai Pistol yang Kerap Dipakai Perbakin bukan Senjata Organik
Pria umbar senjata bernama Ruslan Sherl. Kini rambut dan raut wajahnya terlihat lusuh tak segarang saat dia menembakkan senjata di hadapan masyarakat.
Penulis: Fredy Santoso | Editor: Randy P.F Hutagaol
Lalu, terlihat ada seorang wanita mencoba menenangkannya. Namun, pria itu tetap bersikeras.
"Jangan pegang, jangan pegang aku, jauh jauh. Jangan kau pegang aku ya, kutuntut kau nanti," ucapnya kepada wanita tersebut.
"Video sebar luas. Ini dari kapolda biar kau tahu," katanya lagi sambil memamerkan pistol yang dipegangnya itu.
Informasi yang diperoleh oleh Tribunmedan.com, kejadian ini terjadi di sebuah gudang di kawasan Jalan Gereja, Desa Sampali, Kecamatan Percut Seituan, Deliserdang.
Keributan tersebut dipicu akibat pria berinisial R yang meletuskan senjata itu didatangi oleh sekelompok dari salah satu organisasi pekerja.
Kedatangan mereka ini lantaran R melakukan pemecatan secara sepihak terhadap karyawannya.
Kronologi Pengusaha Berondongkan Peluru
Warga Jalan Gereja, Desa Sampali, Kecamatan Percut Seituan dihebohkan dengan aksi pria pemilik gudang truk pengangkut material yang menghamburkan peluru pistol di kantornya.
Belakangan diketahui, bahwa pria tersebut bernama Ruslan yang saat ini telah diamankan oleh pihak kepolisian.
Menurut Rudi, Ketua RT I, Dusun IX, Desa Sampali Kecamatan Percut Seituan, peristiwa penembakan tersebut terjadi, pada Selasa (3/10/2023) sore.
"Jadi pada awalnya saya posisi di rumah, dapet telpon dari Kadus (kepala dusun) bahwa informasinya ada penembakan," kata Rudi kepada Tribun Medan, Rabu (4/10/2023).
Ia menyampaikan, setelah mendapatkan informasi tersebut dirinya langsung mencari tahu informasi tersebut dan mendatangi gudang nomor 988 milik pelaku.
"Setelah saya telusuri rupanya di Jalan Gereja, di satu gudang sebelah kiri kalau kita masuk dari sini, nomor 988," sebutnya.
Katanya, sesampainya di sana ia melihat ada puluhan orang memakai seragam Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (SPTI) di depan gudang tersebut.
Kemudian ia dan juga Babinsa langsung masuk ke dalam pabrik untuk mencari tahu apa yang terjadi.
"Kita masuk ke lokasi, dan masuk ke ruangan tempat letusan senjata api itu. Sempat saya lihat juga kondisi dinding yang bekas kena peluru, cuman saya nggak sempat hitung berapa lubang, pokoknya lebih dari satu," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Ruslan-tersangka_Senjata-api-kalibel-32.jpg)