Breaking News

Berita Nasional

RESMI, Indonesia Punya Kereta Cepat Pertama di ASEAN, Punya Malaysia Mangkrak Gegara Hal Ini

Indonesia menjadi yang pertama memiliki Kereta Cepat di Asia Tenggara. Adapun Presiden Joko Widodo resmi meluncurkan KCJB yang diberi nama Whoosh, har

KOLASE/TRIBUN MEDAN
Presiden Joko Widodo resmi meluncurkan Kereta Cepat Jakarta Bandung di Stasiun Halim, Jakarta, hari ini Senin (2/10/2023). Indonesia menjadi yang pertama memiliki Kereta Cepat di Asia Tenggara. 

"Terus terang sejak kami menerima penugasan dari Presiden, untuk melanjutkan pembangunan proyek kereta api cepat pada akhir tahun 2019 ada banyak masalah dan kendala yang kami temukan," kata Luhut dalam acara Peresmian Kereta Cepat Jakarta Bandung Whoosh di Stasiun Halim Jakarta Timur, Selasa (2/10/2023).

Bahkan Luhut mengatakan bahwa pendanaan juga sempat menjadi persoalan dalam proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung. Pasalnya, kala itu pandemi Covid-19 menempa di tahun 2020 hingga perekonomian Indonesia turut berdampak.

"Dimulai dari masalah klasik mengenai pembebasan lahan kordinasi yang belum baik, sampai kesulitan pendanaan dihadapi akibat Covid-19," ungkapnya.

LUHUT NAIK KCJB: Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) telah diuji coba pada Kamis (22/6/2023). Menteri Koordinator Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan turut mengikuti uji coba Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB)  tersebut. (Kolase Tribun Medan)
LUHUT NAIK KCJB: Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) telah diuji coba pada Kamis (22/6/2023). Menteri Koordinator Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan turut mengikuti uji coba Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB)  tersebut. (Kolase Tribun Medan) (kolase tribun-medan.com)


Menko Luhut bilang, berdasarkan hal itu pihaknya banyak menemukan pihak-pihak yang pesimis dalam melanjutkan proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung.

Namun, hal itu dipatahkan oleh kerja sama yang baik dari stakeholder mulai dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kementerian Perhubungan, Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah bahkan Pemerintah Tiongkok dan swasta.

"Tentu tidak heran banyak pihak yang pesimis proyek ini akan bisa diselesaikan. Saya ingin melaporkan Presiden, bapak memberikan semangat kepada kami untuk menyelesaikan kereta api ini," tutur Luhut.

"Namun pada hari yang bersejarah ini kita dapat membuktikan bahwa proyek ini bisa diselesaikan dan dapat dioperasikan hal ini tidak lepas dari kerja sama yang baik dari seluruh pihak," imbuhnya.

Luhut mengatakan hadirnya Kereta Cepat Whoosh akan bisa mendorong perekonomian masyarakat.

"Melalui proyek KCJB ini kita mendapatkan berbagai manfaat bagi bangsa kita mulai dari terciptanya lapangan kerja baru, utamanya bagi masyarakat lokal, menghadirkan multiplayer efek terhadap moda transportasi lainnya atau kendaraan feeder," tukasnya.

(*/TRIBUN-MEDAN.com)

 

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter

 

 

Sumber: Tribun Medan
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved