Petani Digigit Harimau
Nyaris Tewas Dimangsa Harimau Saat Tidur di Gubuk, Hewan ini Ditendang Petani, Kaget Kakinya Digigit
Berdasarkan laporan di lapangan, didapatkan informasi bahwa seorang warga yang bekerja sebagai petani bernama Isna (30) diterkam harimau.
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Tragis, seorang petani nayris jadi santapan Harimau saat tidur di pondoknya saat tengah malam.
Kejadian petani diterkam Harimau ini terjadi di Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat (Sumbar).
Akibatnya, kaki korban mengalami luka gigitan dan langsung mendapatkan perawatan medis.
Dikutip dari Tribunpadang.com, pondok ini terdapat di di Jorong Terantang Tunggang, Nagari Binjai, Kecamatan Tigo Nagari, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat.
Setelah mendapatkan laporan dari masyarakat, BKSDA Sumbar ke lokasi melakukan penanganan konflik Harimau Sumatera (HS) di Kecamatan Tigo Nagari Pasaman.
Baca juga: Kasaksian Warga Terkait Panti Asuhan Jalan Rinte Raya yang Diperiksa Dinsos Medan
Plh Kepala BKSDA Sumbar Eka Dhamayanti menjelaskan pihaknya dari Tim WRU SKW 1 melakukan kegiatan penanganan konflik harimau di Jorong Terantang Tunggang, Nagari binjai pada Rabu (20/9/2023).
"Tim melakukan identifikasi lokasi bersama pelapor Zelman (Kader Konservasi) dan Rano (Pagari Salareh Aia)," ujarnya lewat keterangan, Jumat (22/9/2023).
Berdasarkan laporan di lapangan, didapatkan informasi bahwa seorang warga yang bekerja sebagai petani bernama Isna (30) diterkam harimau.
Isna diterkam harimau di kaki kanannya sewaktu tidur bersama temannya di sebuah pondok di ladang sawit pada Sabtu (16/9/2023) padadini hari pukul 03.00 WIB.
"Karena kaget, korban menendang satwa yang diduga Harimau Sumatera hingga terlepas dan satwa menjauh," ujarnya.
Baca juga: Mobil Dump Truck Tabrak 4 Rumah di Sidikalang
Dari info teman korban, satwa terlihat ada 2 ekor yang diperkirakan induk dan anaknya.
Tim BKSDA Sumbar juga telah melihat pada tapak kaki kanan korban, terdapat 3 lubang yang diduga bekas gigitan satwa. Kini korban telah mendapat perawatan medis dan diberi suntik tetanus.
Setelah kejadian tersebut, Tim WRU SKW I segera turun melakukan koordinasi dengan Wali Nagari Binjai dan mengunjungi korban konflik serta mencatat informasi terkait konflik yang terjadi.
"Tim juga melakukan penghalauan dengan meriam bersama Wali Jorong dan warga sekitar, Katanya.
Baca juga: Viral Tiba-tiba Anjing Pelacak Gigit Komandan Polisi, Mohon Maaf Komandan di Luar Skenario
Tim menuju lokasi terjadinya konflik dan mengidentifikasi keberadaan satwa di ladang serai wangi di dalam kawasan SM Malampah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/harimau-sumatera-kurus-kering-di-medan-zoo.jpg)