Berita Viral

Bayi Malang, Punggung Merah Dikerokin Pengasuh, Dikira Masuk Angin, Ibu Tepuk Jidat Syok Lihatnya

Pengasuhnya melakukan hal tersebut karena anaknya mengalami perut kembung.

Tayang:
Editor: Satia
Istimewa
Pengasuh kerokin punggung bayi hingga merah 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Syoknya ibu ini ketika melihat punggung anaknya masih balita merah-merah.

Saat dicek, ternyata tanda merah yang muncul di tubuh anaknya, akibat ulah dari si pengasuh.

Pengasuh menggerokin tubuh si anak hingga punggung menjadi merah.

Dikutip dari Tribuntrends.com, kisah ini dibagikan oleh akun TikTok @tia.rochman belum lama ini.

Baca juga: Remaja 15 Tahun Dicabuli Temannya hingga Hamil Lima Bulan, Pelaku Sudah Dua Kali Beraksi

Pemilik akun mengurai cerita saat menemukan anaknya dalam kondisi tersebut setelah pulang kerja.

Melalui lima slide foto yang diunggah, sang ibu, yang bernama Tia, mengungkap punggung bayi tersebut memerah karena dikerok oleh pengasuh tanpa sepengetahuan sang ibu.

Ia mengatakan bahwa anaknya tersebut mengalami bekas kerokan berwarna merah kebiruan.

Baca juga: UPDATE Kasus 4 Mayat Tanpa Kepala, Tangan dan Kaki di Lampung, Begini Ciri-ciri dan Hasil Autopsi

Pengasuhnya melakukan hal tersebut karena anaknya mengalami perut kembung.

"Bayi baru 13 bulan. Nangis banget dikerokin sampai kayak gini sama susnya.

Pas baru sampai rumah habis pulang kerja, susnya langsung bilang gini, 'Bu maaf ya bu, Baim saya kerokin'," tulisnya dikutip dari akun TikTok @tia.rochman.

"Kata bibi jam 11 siang Baim rewel dan lemas, padahal biasanya aktif nggak pernah merengek.

Baca juga: SOSOK Meli 3gp, Model Seksi Asal Medan Bakal Diperiksa karena Film Panas, Mantan Petugas Bioskop

Pas dicek badannya keringat dingin dan perutnya kembung," sambungnya.

Pengasuhnya mengeroki punggung bayi menggunakan koin seribu.

Alhasil, bayinya terus-terusan menangis lantaran merasa sakit usai dikerok.

Dikira Masuk Angin

Sang pengasuh mengira bayi tersebut mengalami masuk angin, sehingga tanpa pikir panjang, ia langsung kerokin punggung bayi hingga memerah kebiruan.

Baca juga: VIRAL Video Zulkifli Hasan Bagi-bagi Uang Rp50 Ribu, PAN: Itu Kepedulian Sosial, Bukan Money Politic

"Pas sampai rumah, habis pulang kerja, Bibi (Susnya Baim) langsung minta maaf anaknya dikerokin.

Kata Bibi sekitar jam 11 siang Baim rewel, lemas.

Padahal biasanya aktif dan engga pernah merengek.

Baca juga: Pesta Gender Reveal Berakhir Maut, Pesawat Jatuh Usai Umumkan Kelamin Bayi, Pilot Tewas Mengenaskan

Pas dicek badannya keringat dingin, perutnya kembung," lanjut sang ibu.

Dilansir dari Serambinews, Tia mengungkap ternyata susternya sejak dulu memiliki kebiasaan mengerok keempat anaknya ketika sakit.

Kebiasaan itulah yang kemudian terbawa sehingga dia melakukan hal yang sama kepada anak yang diasuhnya.

"Jadi Bibi ini sejak ngurusin keempat anaknya dia sendiri memang kalo masuk angin suka kerokan.

Jadi dia coba kerokin Baim pelan-pelan pakai koin seribu, katanya langsung merah-merah," jelas sang ibu.

Mengetahahui kejadian itu, ibu dari bayi tersebut kaget dan merasa sedih.

Baca juga: Polres Labuhanbatu Razia Tempat Hiburan Malam, Satu Oknum DPRD Positif saat Test Urine

Dia kemudian melarang susternya untuk melakukan hal yang sama ketika bayinya sakit.

Pada unggahan berbeda, sang ibu mengatakan jika bayinya sudah dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut dan untungnya sang bayi saat ini sudah pulih.

Baca juga: Airlangga Hartarto tak Setuju Ridwan Kamil Jadi Cawapres Ganjar, Ketum Golkar: Pak RK Gubernur

Maafkan Pengasuh

Meski bayinya sudah "dikerok" tanpa sepengetahuan sang ibu, namun Tia tetap memaafkan pengasuhnya itu.

Menurutnya, pengasuh melakukan hal itu karena dilatarbelakangi atas minimnya informasi.

Baca juga: UPDATE Kasus Bupati Nikahi Korban yang Diperkosa, Korban Menghilang setelah Diantar Mahar Rp1 Miliar

Tak hanya itu, Tia juga mempertimbangkan kondisi ekonomi pengasuh anaknya, apalagi saat ini pengasuhnya merupakan seorang janda empat anak dan tinggal seorang diri tanpa keluarga.

"Beliau anak satu-satunya jadi tidak memiliki sanak saudara, yang beliau miliki saat ini hanya seorang ibu yang sudah renta yang saat ini mengurus anak-anak karena bibi harus bekerja. bibi adalah satu satunya tulang punggung keluarga," kata dia.

Selain memberikan gaji, selama ini Tia juga membantu mengurus beberapa keperluan anak dari pengasuhnya dan sering memberikan santunan berupa sembako dan uang.

 

Baca Berita Tribun Medan Lainnya di Google News

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved