Viral Medsos
FAKTA Pertarungan Dua Perguruan Silat di Taiwan, Dua WNI Korban: Satu Tewas dan Satunya Lagi Kritis
Atas peristiwa ini, dua pekerja migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Trenggalek dikabarkan menjadi korban.
Pada potongan video selanjutnya, ditayangkan pula beberapa senjata tajam yang disita oleh polisi setempat sebagai barang bukti.
Dalam narasi video tersebut, disebutkan bahwa tawuran antar dua kelompok perguruan silat itu dimulai dari adu mulut di media sosial, kemudian bertemu di stasiun kereta api Changhua dan terjadilah bentrok.
Dua kelompok tersebut saling pukul dengan senjata masing-masing seperti pisau dan tongkat.
Akibat insiden itu, seorang WNI meninggal dunia akibat luka tusukan, sementara satu lainnya alami luka berat.
Dalam video itu, tak disebutkan jelas identitas dua perguruan silat yang terlibat dalam bentrokan.
”Konflik berdarah terjadi di Stasiun Kereta Api Changhua Kota Changhua. Dua klub pencak silat Indonesia diduga terlibat adu mulut saat latihan. Kedua pihak bertemu untuk berunding. Puluhan orang saling pukul dgn pisau dan tongkat. Polisi segera ke lokasi kejadian, seorang warga negara Indonesia berusia 32 tahun ditusuk dari belakang dan meninggal karena luka-lukanya setelah dikirim ke rumah sakit. Satu orang lainnya juga mengalami luka berat," isi narasi dalam video tersebut.
29 pekerja migran diamankan
Selain dua korban, ada 29 pekerja migran lainnya diamankan di tempat kejadian.
Melalui penyelidikan awal dan pemeriksaan kamera pengawas, polisi berhasil menemukan tersangka utama berusia 24 tahun, dan senjata tajam yang digunakan dalam insiden tersebut ditemukan di Jalan Jixiang di Changhua.
Setelah mengumpulkan bukti dan merekam keterangan saksi, polisi membawa 15 orang yang terlibat dalam insiden ini ke kejaksaan Changhua dengan tuduhan pembunuhan, penganiayaan, dan perkelahian berkelompok yang berujung pada kematian.
Pihak berwenang juga akan meminta agen dan perusahaan tempat bekerja pekerja migran yang terlibat untuk meningkatkan pengawasan dan mematuhi hukum.
Mereka juga akan menghubungi keluarga korban melalui Kedutaan Besar Indonesia di Taiwan untuk tindak lanjut terkait pemakaman.
Beberapa tahun belakangan, polisi mencatat bahwa banyak pekerja migran Indonesia yang tinggal dan bekerja di Taiwan membuat kelompok seni bela diri.
Mereka sering berkumpul untuk kegiatan sosial, olahraga, dan bahkan mengadakan pertandingan serta demonstrasi.
Baca juga: Dua Klub Pencak Silat asal Indonesia Bentrok di Stasiun KA Taiwan, Satu Tewas dan Satu Kritis
Baca juga: Guru Pencak Silat Rudapaksa Enam Muridnya, Modusnya Belajar Hipnoterapi dan Hipnotis
(cr31/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Dua-klub-pencak-silat-asal-Indonesia-dikabarkan-bentrok.jpg)