Viral Medsos
FAKTA Pertarungan Dua Perguruan Silat di Taiwan, Dua WNI Korban: Satu Tewas dan Satunya Lagi Kritis
Atas peristiwa ini, dua pekerja migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Trenggalek dikabarkan menjadi korban.
TRIBUN-MEDAN.COM - Terjadi tawuran antar perguruan silat di Taiwan.
Atas peristiwa ini, dua pekerja migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Trenggalek dikabarkan menjadi korban.
Satu di antaranya korban meninggal dunia, dan satunya lagi dalam keadaan kritis.
Berikut fakta-fakta yang dirangkum Tribun-medan.com, Selasa (5/9/2023).
Saling menantang di media sosial
Tawuran antar perguruan silat tersebut dimulai dari saling menantang di media sosial.
Kemudian ditindaklanjuti dengan bentrokan di stasiun kereta api.
Satu kelompok beranggotakan 6 orang dan kelompok lainnya beranggotakan 23 orang.
Dikutip dari Epoch Time, bentrok antar dua perguruan pencak silat ini terjadi pada Sabtu (2/9/2023) sekitar pukul 23.00 malam waktu Tiongkok.
Bentrok tersebut bermula saat keduanya terlibat cekcok di media sosial.
Kedua klub itu kemudian memutuskan untuk bertemu dan berniat negosiasi di depan stasiun kereta api Changhua, Taiwan.
"Karena kedua kelompok seni bela diri tersebut pernah bertengkar sebelumnya, mereka bertemu untuk bernegosiasi," Kata Kepala polisi Changhua Zhang Mingsheng, dikutip dari Epoch Time, Selasa (5/9/2023).
Namun negosiasi tersebut tak mendapatkan titik temu hingga akhirnya terjadi bentrok di antara kedua klub perguruan silat.
Pada saat bentrok, kedua klub membawa senjata tajam sehingga mengakibatkan luka tusukan pada seorang pria di punggungnya. Luka tusukan itu mengakibatkan pendarahan parah hebat.
Tak hanya itu, luka serius juga dialami seorang pria lainnya yang menerima empat kali tebasan senjata tajam.
Setelah mendapat laporan dari warga, polisi mengepung dan menghentikan para pelaku yang melarikan diri.
Korban WNI kembaran
Dikutip dari Tribunjatim.com, Sekretaris Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Trenggalek, Ari Hartono membenarkan adanya PMI asal Kabupaten Trenggalek yang meninggal dunia di Taiwan.
Menurut Ari, PMI yang meninggal berasal dari Kecamatan Watulimo. "Infonya yang meninggal orang daerah Prigi, satunya lagi masih kritis," kata Ari, Selasa (5/9/2023).
Ari mengatakan PMI yang kritis adalah saudara dari korban yang meninggal. "Infonya kembarannya,"lanjutnya.
Namun demikian, Ari belum bisa memberikan informasi lebih lanjut karena pihaknya juga masih berkoordinasi dengan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).
Viral di media sosial
Kasus bentrokan antara dua klub perguruan silat ini Viral di media sosial.
Sebuah video yang menarasikan dua klub pencak silat asal Indonesia itu bentrok di stasiun kereta api Changhua, Kabupaten Changhua, Taiwan.
Dalam narasi yang beredar tersebut, akibat bentrok antara dua klub pencak silat asal Indonesia, satu WNI meninggal dunia, sementara satu orang lainnya kritis.
Bentrok antar dua klub pencak silat asal Indonesia ditayangkan oleh stasiun televisi Taiwan, dan kini tayangan tersebut beredar luas di media sosial.
Adapun salah satu akun yang membagikan kembali tayangan itu adalah akun Instagram @ikl_nusantara.
"Gengsi antar perguruan silat yang berujung bentrok tak hanya terjadi di Indonesia. Gengsi antar perguruan silat ini rupanya dibawa juga oleh para anggotanya hingga ke Taiwan, tempat mereka bekerja sebagai pekerja migran," isi narasi dalam keterangan unggahan itu.
Dalam tayangan video tersebut, terlihat suasana saat dua kelompok pencak silat itu bentrok. Terlihat dalam video itu satu kelompok mengejar kelompok yang lain di jalan raya saat malam hari.
Setelah bentrok, tampak para polisi berhasil menangkap para pelaku serta terlihat beberapa korban yang terluka.
Pada potongan video selanjutnya, ditayangkan pula beberapa senjata tajam yang disita oleh polisi setempat sebagai barang bukti.
Dalam narasi video tersebut, disebutkan bahwa tawuran antar dua kelompok perguruan silat itu dimulai dari adu mulut di media sosial, kemudian bertemu di stasiun kereta api Changhua dan terjadilah bentrok.
Dua kelompok tersebut saling pukul dengan senjata masing-masing seperti pisau dan tongkat.
Akibat insiden itu, seorang WNI meninggal dunia akibat luka tusukan, sementara satu lainnya alami luka berat.
Dalam video itu, tak disebutkan jelas identitas dua perguruan silat yang terlibat dalam bentrokan.
”Konflik berdarah terjadi di Stasiun Kereta Api Changhua Kota Changhua. Dua klub pencak silat Indonesia diduga terlibat adu mulut saat latihan. Kedua pihak bertemu untuk berunding. Puluhan orang saling pukul dgn pisau dan tongkat. Polisi segera ke lokasi kejadian, seorang warga negara Indonesia berusia 32 tahun ditusuk dari belakang dan meninggal karena luka-lukanya setelah dikirim ke rumah sakit. Satu orang lainnya juga mengalami luka berat," isi narasi dalam video tersebut.
29 pekerja migran diamankan
Selain dua korban, ada 29 pekerja migran lainnya diamankan di tempat kejadian.
Melalui penyelidikan awal dan pemeriksaan kamera pengawas, polisi berhasil menemukan tersangka utama berusia 24 tahun, dan senjata tajam yang digunakan dalam insiden tersebut ditemukan di Jalan Jixiang di Changhua.
Setelah mengumpulkan bukti dan merekam keterangan saksi, polisi membawa 15 orang yang terlibat dalam insiden ini ke kejaksaan Changhua dengan tuduhan pembunuhan, penganiayaan, dan perkelahian berkelompok yang berujung pada kematian.
Pihak berwenang juga akan meminta agen dan perusahaan tempat bekerja pekerja migran yang terlibat untuk meningkatkan pengawasan dan mematuhi hukum.
Mereka juga akan menghubungi keluarga korban melalui Kedutaan Besar Indonesia di Taiwan untuk tindak lanjut terkait pemakaman.
Beberapa tahun belakangan, polisi mencatat bahwa banyak pekerja migran Indonesia yang tinggal dan bekerja di Taiwan membuat kelompok seni bela diri.
Mereka sering berkumpul untuk kegiatan sosial, olahraga, dan bahkan mengadakan pertandingan serta demonstrasi.
Baca juga: Dua Klub Pencak Silat asal Indonesia Bentrok di Stasiun KA Taiwan, Satu Tewas dan Satu Kritis
Baca juga: Guru Pencak Silat Rudapaksa Enam Muridnya, Modusnya Belajar Hipnoterapi dan Hipnotis
(cr31/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Dua-klub-pencak-silat-asal-Indonesia-dikabarkan-bentrok.jpg)