Viral Medsos

Dua Perguruan Pencak Silat asal Indonesia Bentrok di Stasiun KA Taiwan, Satu Tewas dan Satu Kritis

Viral di media sosial sebuah video yang menarasikan dua klub pencak silat asal Indonesia bentrok di stasiun kereta api Changhua

Tayang: | Diperbarui:
Youtube TVBS News
Massa dua perguruan pencak silat asal Indonesia dikabarkan bentrok di stasiun kereta api Changhua, Kabupaten Changhua, Taiwan. 

Kedua klub itu kemudian memutuskan untuk bertemu dan berniat negosiasi di depan stasiun kereta api Changhua, Taiwan.

"Karena kedua kelompok seni bela diri tersebut pernah bertengkar sebelumnya, mereka bertemu untuk bernegosiasi," Kata Kepala polisi Changhua Zhang Mingsheng, dikutip dari Epoch Time, Selasa (5/9/2023).

Namun negosiasi tersebut tak mendapatkan titik temu hingga akhirnya terjadi bentrok diantara kedua klub.

Pada saat bentrok, kedua klub membawa senjata tajam sehingga mengakibatkan luka tusukan pada seorang pria berusia 32 tahun di punggungnya.

Luka tusukan itu mengakibatkan pendarahan parah hebat.

Tak hanya itu, luka serius juga dialami seorang pria berusia 21 tahun yang menerima empat kali tebasan senjata tajam.

Setelah mendapat laporan dari warga, polisi mengepung dan menghentikan para pelaku yang melarikan diri.

"Jongkok, jongkok, jongkok" teriak polisi.

Semenrara, dua pria yang terluka dibawa ke rumah sakit, namun, pria berusia 32 tahun akhirnya meninggal dunia akibat luka tusukan, sedangkan pria berusia 21 tahun masih dirawat untuk pengawasan medis.

Selain itu, 29 pekerja migran lainnya diamankan di tempat kejadian.

Melalui penyelidikan awal dan pemeriksaan kamera pengawas, polisi berhasil menemukan tersangka utama berusia 24 tahun, dan senjata tajam yang digunakan dalam insiden tersebut ditemukan di Jalan Jixiang di Changhua.

Setelah mengumpulkan bukti dan merekam keterangan saksi, polisi membawa 15 orang yang terlibat dalam insiden ini ke kejaksaan Changhua dengan tuduhan pembunuhan, penganiayaan, dan perkelahian berkelompok yang berujung pada kematian.

Pihak berwenang juga akan meminta agen dan perusahaan tempat bekerja pekerja migran yang terlibat untuk meningkatkan pengawasan dan mematuhi hukum.

Mereka juga akan menghubungi keluarga korban melalui Kedutaan Besar Indonesia di Taiwan untuk tindak lanjut terkait pemakaman.

Beberapa tahun belakangan, polisi mencatat bahwa banyak pekerja migran Indonesia yang tinggal dan bekerja di Taiwan membuat kelompok seni bela diri.

Mereka sering berkumpul untuk kegiatan sosial, olahraga, dan bahkan mengadakan pertandingan serta demonstrasi.

(cr31/tribun-medan.com/kompas.com)

Sumber: Tribun Medan
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved