Pilpres 2024
SBY Meradang Sebut Anies-Nasdem Berkhianat, Ini Respon Surya Paloh
Surya Paloh memilih publik menilai sendiri keputusan NasDem yang akhirnya menjadikan Cak Imin pendamping Anies di Pilpres 2024.
Secara matematika, tanpa dukungan Partai Demokrat dan PKS, Nasdem dan PKB masih bisa mencalonkan duet Anies-Cak Imin.
Jumlah kursi kedua partai itu di DPR sudah cukup memenuhi syarat ambang batas atau presidential threshold 20 persen dari 575 kursi parlemen yakni 115 kursi.
Pada Pemilu 2019 Nasdem memperoleh 59 kursi dan PKB 58 kursi atau total 117 kursi.
Sebagai catatan PDIP adalah satu-satunya partai yang bisa mencalonkan presiden tanpa koalisi.
Partai Moncong Putih besutan Megawati Soekarniputri ini punya 128 kursi di Parlemen.
Repson SBY terkait sikap Anies-NasDem
Sebelumnya, SBY merespon soal rencana Anies Baswedan melakukan deklarasi bersama Muhaimin Iskandar sebagai pasangan capres-cawapres. SBY mengaku tak menyangka dengan pengkhianatan Anies Baswedan terhadap Koalisi Perubahan dan Persatuan (KPP).
"Sebetulnya kalau jujur saya pun tidak menyangka atas terjadinya kejadian itu tiga hari lalu," kata SBY.
SBY mengatakan parpol di Koalisi Perubahan bekerja sama dengan baik. Apalagi, kerja sama telah dibangun sejak setahun lalu. Bahkan, satu pekan sebelumnya Anies menyampaikan kepada AHY untuk mendampinginya di Pilpres 2024.
Meski begitu, SBY mengerti dalam politik adalah hal yang biasa jika seseorang bersiasat dan berstrategi untuk mencapai kepentingan sendiri. Namun, menurut dia, strategi dan siasat yang dilakukan oleh Anies telah melewati batas etika dan moral politik.
"Saya tidak menyangka kalau tindakan itu sejauh ini. Menurut saya melebihi batas kepatutan moral dan etika dalam politik. Kasar," kata SBY.
Ketua Majelis Tinggi Partai (MTP) Demokrat sekaligus Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku terkejut atas pengkhianatan yang dilakukan Partai Nasdem dan Anies Baswedan terhadap Koalisi Perubahan untuk Persatuan. SBY mengaku tidak pernah menyangka peristiwa ini akan terjadi.
Dia pun mengumpulkan petinggi Demokrat untuk melakukan rapat darurat.
"Pertemuan Majelis Tinggi Partai ini sangat penting. Ini sebuah emergency meeting karena terjadi peristiwa yang sangat mengejutkan dan tidak pernah kita bayangkan ini akan terjadi," ujar SBY di Cikeas, Jawa Barat, Jumat (1/9/2023) yang dikutip dari kanal Yotutube Demokrat.
SBY menyampaikan, Demokrat harus menyikapi dan merespons perkembangan tersebut, yakni soal Anies menunjuk Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar sebagai cawapres. Sebab, berdasarkan AD/ART partai, Majelis Tinggi Partai Demokrat berwenang menentukan Demokrat berkoalisi dengan partai mana dalam pilpres, sekaligus juga menentukan siapa capres dan cawapres yang hendak diusung.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/SBY-Bahas-Anies-Baswedan.jpg)