Viral
Menyerupai Kasus Imam Masykur, Pengusaha ini Ngaku Disiksa Oknum TNI, Punggung Penuh Luka
Agus mengaku jadi korban penculikan dan penganiayaan oknum TNI, Kamis 31 Agustus 2023.
Menurut ZF, dirinya ditangkap dua hari menjelang Lebaran Idul Fitri, April 2023.
Saat itu ia sedang berjualan di tokonya, kawasan Bekasi.
"Saya ditangkap jam 2 siang (14.00 WIB), bulan puasa, dua hari menjelang Idul Fitri," kenangnya.
Ada empat orang yang datang ke toko tempat ia berjualan.
Salah satunya menggunakan baju polisi dilengkapi senjata api yang disebutnya sebagai Praka RM, dan tiga lainnya mengenakan kemeja putih. Semuanya menggunakan masker.
Baca juga: PKB Ungkap Cara Anies Baswedan Tiba-tiba Minta Cak Imin Jadi Cawapres : Ya, Jalan Langit
"Mereka mengaku dari polisi, dan saat berada di mobil, mereka mengaku dari Polda," kata ZF.
Saat datang ke tokonya, keempat orang tersebut mengamankan handphone, uang di dalam laci toko termasuk di dalam celana, dan barang-barang berharga lainnya.
Mobil lalu bergerak dan sekitar 2 kilometer mobil berhenti.
Ia dan seorang warga Aceh lainnya diperintahkan membuka baju.
Mata mereka kemudian ditutup dan diperintahkan tidur di bagasi belakang.
Baca juga: Daftar Nama 10 Pj Gubernur Ditunjuk Kemendagri, PJ Gubernur Sumut Hasanuddin Mantan Pangdam I/BB
"Saat itu mereka turun dari mobil mencari sasaran lain, dapat tiga orang lagi dari dua toko. Semuanya juga orang Aceh," ungkap ZF.
Ketiga orang itu juga disuruh membuka baju dan matanya ditutup.
Lalu diperintahkan tidur di bagasi bersama dua orang lainnya.
Baca juga: ASTAGA, Seorang Pengemudi Bentor di Makassar Diamankan Usai Seret Seekor Anjing Dengan Motor
"Kami berlima ditidurkan di bagasi berdesak-desakan. Mobil kemudian berjalan pelan-pelan," kenang ZF.
Saat itulah proses negoisasi terjadi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Agus-Dianiaya-Oknum.jpg)