Oknum Paspampres Culik dan Aniaya Pria Aceh, Ternyata Dipiting saat Sholat Warga Takut Lerai
Warga yang melihat tak berani melerai kejadian ini karena pelaku mengaku membawa surat tugas dalam sebuah map.
Kata Irsyad, tiga pelaku berpura-pura menjadi petugas kepolisian.
"Melakukan penangkapan terhadap korban karena korban diduga pedagang obat-obat ilegal (seperti) Tramadol dan lain-lain," kata Irsyad.
Kesaksian warga, B, tiga pelaku datang pukul 17.00 WIB, Sabtu (12/8/2023).
Menurut B, Imam diseret oleh para pelaku saat sedang salat.
"Dia posisi kayaknya lagi salat," kata B dikutip dari TribunJakarta.com.
Ia mengatakan sempat ada teriakan 'rampok, rampok'.
Menurutnya korban kemudian dipiting oleh para pelaku.
Warga yang melihat tak berani melerai kejadian ini karena pelaku mengaku membawa surat tugas dalam sebuah map.
"Enggak berani pada melerai karena dia bilang saya bawa surat tugas, bawa map. Cuma saya enggak tahu map itu isinya apa," kata B.
Korban Tewas
Ibu korban, Fauziah, mendapat kabar duka 13 hari setelah mendapat telepon dari Imam Masykur.
Imam dikabarkan telah meninggal dunia di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat.
Jenazah Imam kemudian diberangkatkan ke Aceh oleh Kodam Jayakarta.
Tugas Praka RM sebagai Paspampres
Praka Riswandi Manik (RM) yang menculik dan menganiaya pemuda asal Aceh, Imam Masykur (25), merupakan seorang Paspampres.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Kolase-Foto-Imam-Masykur-Pria-Aceh-Tewas-Disiksa-Paspampres.jpg)