Fakta Baru Pria Aceh Dibunuh Oknum Paspampres, Videonya Hoaks Ternyata Ada Korban Lain
ada korban lain yang diduga dianiaya oleh tiga anggota TNI tersebut. Adapun korban yang dimaksud merupakan rekan Masykur berinisial H.
Irsyad mengatakan bahwa video tersebut tidak berkaitan dengan kasus penganiayaan terhadap Masykur hingga berujung tewas.
"Hoaks, itu hoaks. Itu nggak ada kaitannya dengan kasus ini. (Video) nggak tahu saya," katanya.
Lalu ketika ditanya terkait keluarga mengetahui korban meminta tebusan Rp 50 juta, Irsyad mengatakan ada video lain ketika Marsykur meminta tebusan dengan menggunakan bahasa Aceh.
Sedangkan video yang viral tersebut menggunakan Bahasa Indonesia.
"Kan waktu itu korban sempat ditelepon meminta tebusan ke ibunya. Ada videonya, pakai bahasa Aceh. (Video penganiayaan) di dalam mobil, itu hoaks, nggak ada sangkut pautnya.
Sebelumnya, Polisi Militer Kodam (Pomdam) Jaya/Jayakarta sebelumnya telah menahan tiga oknum TNI dalam kasus dugaan penganiayaan yang menyebabkan seorang pemuda Aceh bernama Imam Masykur tewas.
Jasad Imam ditemukan di sungai Cibogo, Karawang, Jawa Barat pada Jumat, 18 Agustus 2023.
Curhat Imam Masykur Sebelum Meninggal
Curhatan Imam Masykur (25) sebelum meninggal dunia dibunuh oknum anggota Paspampres disorot, sempat tulis ungkapan hati di TikTok.
Di salah satu unggahan, Imam Masykur curhat soal penyesalan dan meminta ampun kepada Sang Pencipta.
Video tersebut diunggahnya melalui akun TikTok @imammasykur548 sekitaran April 2022 lalu.
Kemudian sebelum momen di bandara, Masykur juga mengunggah video permohonan maaf atas segala dosa-dosanya.
"Maafkan dosa-dosa saya ya Allah," tulis Imam Masykur di akun TikTok pada 23 Maret 2022 lalu.
Demikian kata-kata di video yang dieditnya:
Aku datang (dengan dosa)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Sosok-H-merupakan-korban-lain-dari-penganiayaan-paspampres-dan-TNI-yang-diculik.jpg)