Berita Nasional
7 Teka-teki Kematian Imam Masykur, Mulai Motif, Kesamaan Latar Belakang hingga Korban yang Dibuang
Inilah enam teka-teki kematian Imam Masykur (25) warga Aceh yang tewas dianiaya paspampres dan TNI mulai dari kronologi, latar belakang yang sama, mot
TRIBUN-MEDAN.COM – Inilah tujuh teka-teki kematian Imam Masykur (25) warga Aceh yang tewas dianiaya paspampres dan TNI.
Kematian Imam Masykur ini masih menyimpan banyak pertanyaan mulai dari kronologi penculikan, latar berakang dan motif penculikan dan penganiayaan.
Bahkan fakta terbaru diketahui ada korban lain selain Imam Masykur yang dibuang oknum paspampres dan TNI tersebut ke tol Cikeas.
Berikut Tribun-Medan.com merangkum enam teka-teki kematian Imam Masykur.
1. Latar Belakang Sama
Adapun latar belakang tiga oknum Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang menculik dan menyiksa warga Aceh bernama Imam Masykur (25) masih teka-teki.
Adapun terduga pelaku adalah Prajurit Kepala (Praka) RM, Praka J, dan Praka HS.
Mereka adalah perantau dari daerah yang sama dengan korban.
Meskipun memiliki kesamaan latar belakang itu, alasan pelaku mengincar Imam yang juga berasal dari komunitas sama menjadi tanda tanya.
2. Tidak Saling Kenal
Teka-teki lainnya yakni pelaku dan korban disebut tak saling kenal dan ada korban lain yang dilepas.
Tak saling kenal Menurut Komandan Polisi Militer Kodam Jaya (Danpomdam Jaya) Kolonel CPM Irsyad Hamdie Bey Anwar, meskipun pelaku dan korban berasal dari komunitas sama, keduanya tak saling kenal.
Ketiga pelaku menyasar Imam yang merupakan penjual di toko kosmetik di Rempoa, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, yang juga berasal dari Aceh.
"Tidak saling kenal, tapi korban ini adalah komunitas orang-orang di tempat itu, apa kegiatannya mereka tahu, sehingga mereka melakukan pidana itu (penculikan dan pemerasan)," tutur Irsyad, Selasa (29/8/2023).
Baca juga: Oknum Paspampres Culik dan Aniaya Pria Aceh, Ternyata Dipiting saat Sholat Warga Takut Lerai
Baca juga: Fakta Baru Pria Aceh Dibunuh Oknum Paspampres, Videonya Hoaks Ternyata Ada Korban Lain
3. Satu Korban Dilepas dan Dibuang
Pelaku diduga hendak memeras Imam yang bekerja sebagai penjual obat ilegal itu.
Tapi pemerasan dilakukan melalui penyiksaan hingga akhirnya Imam meninggal.
Satu korban lain dilepaskan Di sisi lain, Irsyad mengungkapkan, ada korban selain Imam Masykur yang diculik oleh tiga oknum prajurit TNI.
Tetapi, korban lain itu dilepaskan oleh pelaku. "
Ada satu korban juga yang diculik. Sebenarnya yang diculik itu dua orang, tapi yang satu dilepas. Dilepas di sekitar Tol Cikeas," ungkap Irsyad.
Irsyad juga menjelaskan, saat itu satu korban dilepaskan karena sudah dalam kondisi sesak napas.
Kini korban yang selamat itu sudah diperiksa sebagai saksi.
Dimana saat ini pemeriksaan itu dilakukan untuk mendalami dan mengumpulkan alat bukti terkait dugaan penculikan dan penganiayaan yang dilakukan tiga oknum prajurit tamtama tersebut.
"Saksi yang diperiksa itu total delapan orang," jelas Irsyad.
4. Motif Belum Terungkap
Adapun motif penculikan dan penganiayaan warga Aceh tersebut belum bisa diungkap.
Kasus ini semakin memunculkan tanda tanya lantaran Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen Hamim Tohari belum mau mengungkap motif pembunuhan warga sipil itu secara lengkap.
Hamim beralasan motif secara lengkap belum bisa diungkap karena masih dalam proses penyelidikan Polisi Militer Kodam (Pomdam) Jaya dan dikhawatirkan berbias.
Baca juga: INILAH Motif Penculikan dan Pembunuhan Pemuda Asal Aceh Imam Masykur, Tiga Anggota TNI Tersangka
Baca juga: Gaya Paspampres Riswandi Diperiksa Pakai Baju Tahanan, Singgung Rahasia Komunitas Aceh
"Karena mungkin akan ditemukan alat bukti maupun keterangan-keterangan baru dari saksi-saksi yang diperiksa, sehingga ini belum bisa disampaikan saat ini supaya nanti tidak berbias,” kata Hamim.
Hamim juga berdalih Pomdam Jaya beserta Pusat Polisi Militer TNI AD (Puspomad) masih mengumpulkan fakta-fakta yang bisa mendukung dari pengungkapan kasus ini.
"Nanti setelah lengkap akan kami sampaikan dan tentu ini menjadi bagian dari proses hukum," ujar Hamim.
5. Ponsel korban belum ditemukan
Hamim mengaku belum bisa memberikan informasi terperinci soal penculikan dan pemerasan Imam lantaran masih banyak alat bukti yang belum dikumpulkan, termasuk ponsel korban.
"Handphone korban juga belum kami temukan. Ini masih dalam proses pencarian," ucap Hamim.
Dengan demikian, Hamim mengatakan instansinya tidak akan berspekulasi dengan asumsi-asumsi, misalnya ada anggapan kejadian serupa sudah beberapa kali terjadi.
"Sehingga ini belum bisa disampaikan saat ini, supaya ini tidak jadi bias. Kami masih kumpulkan semua fakta yang mendukung dari pengungkapan kasus ini," lanjut dia.
6. Korban pernah ditangkap
Menurut Ketua RT setempat, Sarip Marjaya, Imam pernah ditangkap karena menjual obat terlarang di toko kosmetik tersebut.
"Iya, sempat ditangkap sebelum kejadian kemarin (diculik oknum Paspampres). Kebetulan yang punya kontrakan saya panggil, tolong yang ngontrak itu tanyain,"kata Sarip, Senin (28/8/2023).
Imam menduga, toko kosmetik yang dijaga Imam itu memang hanya kedok saja untuk menjual obat-obatan ilegal.
Seorang pedagang berinsial B (40) mengungkapkan hal serupa.
Menurut dia, Imam pernah ditangkap dua bulan yang lalu.
Namun, ia kemudian dibebaskan.
"Setahu saya waktu kejadian pertama, warung itu diciduk, selang dua bulan yang kemarin. Tapi besoknya sudah buka. Enggak tahu saya oknum mana yang tangkap," ucap dia.
Kendati begitu, B enggan mengungkapkan secara terperinci mengenai produk apa yang dijual oleh Imam itu.
Ia hanya menegaskan bahwa para pelanggan di toko kosmetik Imam itu rata-rata pengamen hingga tukang parkir.
7. Viral di Medsos
Kabar penculikan dan penganiayaan yang menyebabkan Imam tewas di tangan oknum Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) viral di media sosial Instagram.
Imam Masykur merupakan pria asal Desa Mon Kelayu, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, Aceh.
Imam disebut sempat diculik sebelum akhirnya tewas dianiaya oknum TNI.
Adapun Praka RM bertugas sebagai anggota Batalyon Pengawal Protokoler Kenegaraan.
Sementara, Praka HS bertugas sebagai anggota Direktorat Topografi TNI Angkatan Darat.
Sementara Praka J bertugas sebagai anggota Kodam Iskandar Muda.
Ketiganya kini ditahan di Pomdam Jaya Jayakarta dan sudah ditetapkan tersangka atas kasus penculikan dan penyiksaan terhadap Imam.
(*/TRIBUN-MEDAN.COM)
Baca juga: Terungkap Alasan MA Anulir Hukuman Mati Ferdy Sambo: Berjasa Tegakkan Hukum di Tanah Air
Baca juga: Sosok Kekasih Imam Masykur yang Viral Menangis di Peti Mati Imam, Ternyata Caleg di Aceh
Baca juga: Puspen TNI Nyindir Hotman Paris ‘Salah Alamat’ Usai Minta Panglima TNI Bertemu Keluarga Imam Masykur
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Sosok-H-merupakan-korban-lain-dari-penganiayaan-paspampres-dan-TNI-yang-diculik.jpg)