Gaya Paspampres Riswandi Diperiksa Pakai Baju Tahanan, Singgung Rahasia Komunitas Aceh
Gelagat Oknum Paspampres yang menyiksa pria asal Aceh tampak santai ketika diperik
TRIBUN-MEDAN.com - Gelagat Oknum Paspampres yang menyiksa pria asal Aceh tampak santai ketika diperiksa.
Gaya duduk Praka Riswandi Manik atau Praka RM saat diperiksa pun menjadi sorotan publik.
Praka RM diamankan di Pomdam Jaya.
Baca juga: SOSOK Adiba Khanza, Putri Sulung Umi Pipik yang Akan Dinikahi Pesepakbola Asal Medan Egy Maulana
Dalam foto yang dipublish, Praka Riswandi Manik memakai baju tahanan militer warna kuning.
Rambut Praka RM terlihat plontos.
Ia duduk di belakang meja berhadapan dengan seorang pria berseragam TNI.
Tampak lengan kiri Riswandi berada di samping tubuhnya.
Baca juga: Hilang Selama 17 Tahun Akhirnya Anak Ini Ditemukan, Keluarga Kaget sampai Tak Percaya Ketika Tes DNA
Ia terlihat duduk bersandar ke kursi.
Terlihat juga Praka Riswandi Manik seperti menggigit bibirnya.
"Ini Praka RM sedang diperiksa," terang Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen Hamim Tohari saat konferensi pers di Pomdam Jaya, Jakarta Pusat, Selasa (29/8/2023).
Adapun tersangka dalam kasus tewasnya Imam Masykur ada tiga orang.
Praka Riswandi petugas Batalyon Pengawal Protokoler Kenegaraan.
Praka HS anggota Direktorat Topografi TNI Angkatan Darat.
Praka J merupakan anggota TNI di Kodam Iskandar Muda.
Hamim mengatakan Pupomad akan berkoordinasi dengan Oditur Militer Tinggi (Odmilti) II Jakarta.
Selain itu akan berkoordinasi pula dengan Polisi Militer Kodam Jaya (Pomdam Jaya) untuk mengusut proses hukum.
Baca juga: Pengedar Narkoba di Sergai Ditangkap, Polisi Amankan Barang Bukti 4 Gram Sabusabu
"Sehingga ini dipastikan bahwa proses hukum yang dilakukan Pomdam Jaya terhadap kasus penganiayaan dan penculikan akan dilakukan dengan benar, transparan, dan akan disampaikan kepada publik nantinya," katanya.
Diketahui bahwa Imam Masykur (25) memiliki toko kosmetik di Jalan Sandratek, RT 2/6, Kelurahan Rempoa, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan.
Diduga Imam menjual obat terlarang dengan kedok toko kosmetik.
Baca juga: VIRAL Hakim di Kendari Tega Bacok Kepala Anaknya Hingga Bocor, Awal Masalah Terkuak, Soal Nama Baik?
Komandan Polisi Militer Kodam Jaya Kolonel CPM Irsyad Hamdie Bey Anwar mengatakan tiga tersangka ini merupakan satu angkatan asal Aceh.
"Mereka semua angkatan, orang dari Aceh yang sama-sama dinas di Jakarta sehingga melakukan itu bersamaan dan terencana untuk penculikan pemerasan dari kelompok yang sama," katanya.
Praka RM disebut tak mengenal Imam Masykur.
"Mereka tidak kenal detail korban, tapi mereka mengetahui korban ini," katanya.
Kata Kolonel CPM Irsyad Hamdie Bey Anwar, Praka Riswandi Manik mengaku mengetahui rahasia yang dijalani olej komunitas orang Aceh tersebut.
"Korban asal Aceh, komunitas orang Aceh di tempat itu apa kegiatannya mereka tahu, sehingga mereka melakukan tindakan tersebut," katanya.
(*/Tribun-Medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Praka-Riswandi-Manik-Paspampres.jpg)