Judi Togel
Personel Polsek Stabat Turut Ditangkap Deninteldam I/BB Terkait Judi Togel, Ini Jawaban Kapolsek
Seorang personel Polsek Stabat berinisial Aipda JPH ternyata juga diringkus tim Deninteldam I/BB karena terlibat kasus perjudian jenis togel.
Penulis: Muhammad Anil Rasyid |
TRIBUN-MEDAN.com, LANGKAT - Seorang personel Polsek Stabat berinisial Aipda JPH ternyata juga diringkus tim Deninteldam I/BB karena terlibat kasus perjudian jenis togel di Lingkungan IX, Desa Wonosari Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Sabtu (12/8/2023) malam.
Aipda JPH disebut-sebut sebagai koordinator lapangan (Korlap) Kecamatan Stabat dan Secanggang, Kabupaten Langkat.
Baca juga: Ditangkap TNI, Koordinator Togel Ngaku Setoran Rp 25 Juta ke Kanit Pidum Polres Langkat
Bahkan Aipda JPH sempat menghubungi tim Deninteldam I/BB, meminta agar melepaskan para pelaku yang diringkus.
Parahnya Aipda JPH, mengejar tim Deninteldam I/BB hingga ke pintu Tol Stabat, untuk melakukan upaya koordinasi dan meminta untuk melepaskan pelaku yang diamankan
Kemudian selain Aipda JPH, Koodinator judi jenis togel di Kecamatan Stabat dan Secanggang, bernama Supriatin juga turut diringkus.
Penangkapan yang dilakukan oleh tim Deninteldam I/BB ini, berdasarkan laporan dari masyarakat atas merajalelanya judi jenis togel di Kabupaten Langkat yang diduga dibackup pihak kepolisian.
Informasi yang diperoleh wartawan, Supriatin diamankan di Lingkungan IX, Desa Wonosari, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langakat, Sabtu (12/8/2023) sekitar pukul 22.11 WIB. Tak hanya Supriatin sebagai koodinator, dua orang pelaku lainnya sebagai pembeli dan penulis juga diamankan tim Deninteldam I/BB.
Baca juga: WOW Koordinator Togel di Langkat Diringkus Deninteldam I/BB, Ngaku Setor ke Polres Hingga Polsek
Identitas penulis atau juru tulis itu ialah, Abdul Ari (67) warga Desa Wonosari, Kecamatan Stabat, Langkat.
Sedangkan identitas pembeli ialah, Agus Sari (47) warga Desa Wonosari, Kecamatan Stabat, Langkat.
Hal yang mengejutkan juga diutarakan oleh Supriatin dalam video interogasi yang beredar.
Warga yang berdomisili di Jalan Kemuning, Medan Helvetia ini mengatakan, dirinya telah memberikan upeti atau setoran, uang koordinasi yang diberikan ke Polres Langkat sebesar Rp 25 juta/dua Minggu, diterima oleh Kanit Pidum Polres Langkat, Iptu HS.
Begitu juga dengan Polsek Stabat yang juga mendapat setoran Rp 7 juta/dua Minggu dan Polsek Secanggang Rp 3 juta / perbulan.
Kapolsek Stabat, AKP Ferry Ariandy saat dikonfirmasi persoalan tersebut pun angkat bicara. Namun ia enggan menanggapi soal uang setoran itu.
"Terimakasih infonya. Untuk pelaku masih ditangani Sat Reskrim Polres Langkat untuk didalami kebenarannya," ujar Ferry, Senin (14/8/2023).
Baca juga: Kapolsek Stabat dan Kapolsek Secanggang Disebut Ikut Terima Setoran Judi Togel
Sedangkan itu saat disinggung soal anggotanya Aipda JPH yang sudah diamankan Propam Polres Langkat, Ferry pun enggan berkomentar yang lantang terhadap personelnya itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/kordinator-togel-ditangkap-Inteldam.jpg)