Berita Viral
Miris, Bayi 11 Bulan Tewas Dianiaya Pacar Ibunya, Pelaku Kesal Korban Mainkan Kabel Colokan
Insiden penganiayaan terhadap bayi 11 bulan itu terjadi di Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan pada Senin (7/8/2023).
Penulis: Istiqomah Kaloko |
TRIBUN-MEDAN.com - Bayi berusia 11 bulan tewas usai alami penganiayaan dari pacar ibunya.
Insiden penganiayaan terhadap bayi 11 bulan itu terjadi di Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan pada Senin (7/8/2023).
Baca juga: Sesosok Mayat Bayi Terbungkus Kain Jarik Hebohkan Warga Banyumas Jawa Tengah
Setelah penganiayaan tersebut, bayi berusia 11 bulan itu sempat mendapatkan perawatan di Rumah Sakit (RS) Ibnu Sina, Jalan Urip Sumaharjo.
Namun kondisi bayi itu semakin memburuk usai dianiaya oleh pacar ibunya itu hingga sekitar Pukul 18.15 Wita, bayi tersebut dinyatakan tewas.
Sebelumnya diberitakan bahwa penganiayaan tersebut bermula dari adanya pertengkaran antara ibu korban yang bernama Rizki (23 tahun) dan pacarnya yang memiliki inisial M.
Saat kejadian terjadi, diketahui bahwa posisi korban saat itu sedang digendong oleh ibunya.
Sebagai akibat dari peristiwa penganiayaan tersebut, korban mengalami luka pada bagian kepala dan memar di punggungnya.
Baca juga: VIRAL Gadis Cari Ortu Kandung di Medsos, Dititip Sejak Bayi Alasan Cari Kerja, Tapi tak Diambil Lagi
Seorang tetangga korban yang dikenal dengan inisial D, mengatakan bahwa peristiwa ini terjadi pada hari Senin (7/8/2023) yang lalu.
D mengungkapkan bahwa pada hari sebelumnya, korban telah meninggal dunia dan dibawa oleh ibunya pulang ke rumah dalam kondisi sudah meninggal di luar.
Namun, tempat pasti kejadian ini terjadi tidak diketahui secara pasti karena keterangan yang diberikan oleh ibu korban kerap berubah-ubah.
Dalam konteks ini, D juga menyatakan bahwa pernyataan ibu korban yang kerap berubah-ubah membuatnya merasa bingung.
Hal ini membuatnya sulit memastikan lokasi pasti kejadian.
Baca juga: Jual Beli Bayi, Lurah Sei Putih Timur Ngaku Tidak Tahu Warganya Ditangkap Polisi
Kasi Humas Polrestabes Makassar, Kompol Lando Sambolangi, yang telah dikonfirmasi, membenarkan adanya insiden ini dan mengatakan bahwa laporan ibu korban telah disampaikan kepada pihak kepolisian.
Saat ini, kasus ini sedang dalam tahap penyelidikan oleh pihak kepolisian.
Namun, baru-baru ini terungkap bahwa penganiayaan itu sebenarnya bermula karena pelaku merasa kesal terhadap korban.
Dilansir dari Kompas.com, Rizki menjelaskan bahwa pacarnya yang bernama M tega melakukan penganiayaan terhadap anaknya karena merasa kesal dengan perilaku nakal MAF yang sering memainkan kabel colokan di kamar indekost temannya yang juga ditempati oleh pacarnya.
"Ini anakku tarik-tarik colokan di kamar indekos yang kutempati sama pacarku," ujar Riski saat ditemui awak media di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara, Selasa (8/8/2023) malam.
Karena kesal terhadap kelakuan korban, M tega menganiaya MAF hingga mengalami memar di kepala dan punggunggnya.
"Saya tidak tega lihat anakku dipukul, saya bilang, mending saya pukul daripada anakku," ujarnya.
Baca juga: Bayi-bayinya Diambil Paksa, Pratiwi Novianthi Datangi Bareskrim Polri Cari Keadilan : Mudahkanlah
Saat itu korban tidak langsung meninggal dunia setelah mendapatkan penganiayaan oleh pacar ibunya, namun kondisi korban semakin memburuk dan akhirnya meninggal dunia di Rumah Sakit Ibnu Sina pada hari Senin (7/8/2023) sekitar pukul 18.15 Wita.
Riska, yang merupakan bibi korban, menjelaskan bahwa awalnya Riski dan pacarnya yang juga merupakan pelaku M membawa korban MAF pergi ke indekost milik teman pacarnya di wilayah Pasar Terong, Kecamatan Bontoala, pada hari Jumat (4/8/2023) siang.
Meskipun Riska melarang ibu korban untuk tidak membawa MAF karena sedang bermain di rumahnya, Riski tetap ingin membawa anaknya pergi bersama sang pacar.
Riska juga menceritakan bahwa berdasarkan pengakuan Riski, ibu korban, anaknya dipukul oleh pelaku hingga mengalami luka merah dan memar di kepala serta punggungnya.
Motif penganiayaan ini diduga karena pelaku merasa kesal terhadap perilaku nakal korban.
Peristiwa ini menyebabkan trauma pada keluarga, khususnya ibu korban yang sulit diajak berkomunikasi.
Riska berharap agar pihak kepolisian segera menangkap pelaku dan melanjutkan proses hukum.
Baca juga: Terbaru Kasus Inses Ayah dan Anak di Banyumas, Terungkap 7 Bayi Tewas Dibekap, Peragakan 20 Adegan
Jika pelaku tidak dapat ditangkap, Riska berharap bahwa orangtua pelaku dapat ditahan sementara sehingga pelaku mau menyerahkan diri.
"Harapannya kasus ini tetap dilanjut (proses hukum) biar didapat pelakunya, kalau anaknya (pelaku M) tidak didapat biar orangtuanya dulu ditahan biar anaknya muncul (menyerahkan diri)," harap Riska.
(cr31/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Bayi-Tewas-Dianiaya-Pacar-Ibu.jpg)