Video 2 TKW Arab Saudi Minta Tolong ke Jokowi Viral, Ngaku Disuruh Makan Sampah dan Disiksa Majikan
Video dua TKW yang kini berada di Arab Saudi meminta tolong ke Presiden Joko Widodo viral di media sosial. Keduanya mengaku berasal dari Bekasi yang d
TRIBUN-MEDAN.COM – Video dua TKW yang kini berada di Arab Saudi meminta tolong ke Presiden Joko Widodo viral di media sosial.
Dua TKW asal Bekasi itu meminta tolong kepada Presiden Joko Widodo untuk dipulangkan dari Arab Saudi. A
Melalui video yang tersebar itu, keduanya mengaku menjadi korban kekerasan majikan saat bekerja.
Pertama Aas binti Sajam (25) warga Kampung Pulo Rengas, Desa Sindangmulya, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi.
Lalu TKW lainnya yakni Ratna Komala Sari (37) merupakan warga Kampung Putat RT 02 RW 01 Desa Sindangsari Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi.
Dari sisi Aas mengaku mendapatkan perlakukan kasar hingga diminta makan sampah oleh majikannya.
Mukti Ali (54), salah satu perwakilan keluarga menuturkan, Aas berangkat ke Arab Saudi untuk menjadi TKW sejak Maret 2023.
Aas berangkat ke Arab Saudi menggunakan visa turis oleh sponsor yang tinggal di Jakarta Timur.
"Jadi Aas berangkat ke Saudi pada Ramadan kemarin dengan diimingi gaji besar dan enak pekerjaannya," kata Mukti.
Akan tetapi dalam satu bulan terakhir ini, kata Mukti, Aas menghubungi keluarga secara diam-diam kondisi yang dialaminya.
Kepada keluarga, Aas diperlakukan kasar dan tidak manusiawi oleh majikannya di Arab Saudi selama bekerja.
"Perlakuan kasar tidak manusiawi, kalau boleh diceritakan itu makan dari sampah sampai ada penyakitnya, itu yang dialami Aas. Yang dikeluhkan Aas ke keluarga seperti kekerasan fisik, tidak manusiawi, perlakukan majikannya kurang baik," ujarnya.
Pihak keluarga, saat ini sedang mengupayakan kepulangan Aas ke Indonesia. Namun upaya itu masih terganjal oleh beberapa persyaratan yang harus dipenuhi.
Salahnya adanya kontrak dua tahun, sementara Aa bekerja hanya baru beberapa bulan saja.
Baca juga: Banyak Dicari Link Video Syur TKW Indonesia di Taiwan, Belakangan Kedua Sosok Ini Viral di TikTok
Baca juga: UPDATE TKW Asal Bekasi Disuruh Makan Sampah hingga Disiksa Majikan Layaknya Hewan di Arab Saudi
"Maka harus ada ganti rugi, ini sedang kita urus, kita tidak sendiri. Ada pihak-pihak terkait yang membantu. Kalau komunikasi keluarga dengan Aas sampai saat ini masih ada," katanya.
Sementara itu, Salamatun Uyun, Bibi Ipar Ratna mengatakan bahwa keputusan Ratna untuk berangkat menjadi Pekerja Migran di Arab Saudi itu lantaran terlilit hutang usai suaminya meninggal.
“Awalnya dia cerita pengen kerja di Indonesia tapi gimana nyari kerjanya kan susah. Teteh juga kelilit utang banyak, kelilit bank keliling,” kata Uyun pada Senin (7/8/2023).
Sebelum berangkat, Ratna meminta izin kepada keluarganya agar merawat tiga anaknya dan akan dikirimkan uang setiap bulannya
Selama bekerja empat bulan, Ratna selalu mengirimkan uang kepada Bibi Iparnya untuk keperluan anak-anaknya.
Namun pada bulan kelima bekerja hingga kini, Ratna tidak mengirimkan uang dan tidak memberikan kabar hingga pada akhirnya pihak keluar Ratna mendapatkan kiriman video pengakuan Ratna dari kerabatnya melalui aplikasi pesan singkat.
“Minggu yang lalu dikabarin dari temennya dikasih tau video itu. Jangan bilang anaknya (Ratna) dulu ya katanya. Iya saya nurut tolong gitu," ucapnya.
"Waktu berangkat Izin keluarga minta tolong rawat anak saya nanti perbulannya di transfer, pas berangkat bilang udah diterima sama majikan. Mau dijemput, sekitar empat bulan ngirimin uang terus ke lima bulannya udah gak sampe sekarang,” tambahnya
Lanjut Uyun, saat masih dapat berkomunikasi, Ratna sempat mengatakan bahwa dirinya diterlantarkan.
Setiap anak majikannya sekolah, dia selalu disekap didalam rumah tanpa makanan hingga ponsel milik Ratna disadap agar tidak dapat menghubungi keluarganya di Indonesia.
“Dia ngomong, Neng nitip anak teteh ya gitu, Saya juga lagi kerja diterlantarin. Abis itu gak ada kontak lagi. Pernah bilang lagi sakit gak ditolongin batuk darah," ucapnya.
Ia menerangkan, sebelum berangkat ke Arab Saudi, Ratna sempat bercerita kepada Uyun bahwa mendapatkan sponsor itu melalui jejaring sosial facebook yang bertempat di wilayah Karawang.
Usai mendapatkan sponsor dirinya melengkapi berbagai persyaratan seperti medical check up, Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK).
Sebelum keberangkatan, Uyun juga sempat dijanjikan diberikan uang Rp 3 juta dari sponsor yang memberangkatkan Ratna.
Uang itu ditujukan sebagai awal tunjangan anak-anak Ratna ditinggal bekerja di Arab Saudi. Namun hingga kini Uyun hanya menerima kiriman uang Rp 2 juta.
“Dia taunya sponsor itu dari facebook. Begitu tau disamperin ke tempatnya di Karawang,"
"Saya tuh sebelum berangkat setau saya dikasih nominal tiga jutaan baru masuk dua juta, sisanya belum ditransfer lagi sama sponsornya yang buat tunjangan anaknya pas orangtuanya berangkat,” tuturnya.
Saat ini, Uyun bersama keluarganya berharap agar Ratna Komala Sari dapat menghubungi keluarga dan anak-anaknya lantaran telah hilang kontak sejak empat bulan lamanya.
Dia juga berharap kepada Presiden Joko Widodo dan Pemerintah Kabupaten Bekasi agar dapat memulangkan Ratna Komala Sari.
(*/TRIBUN-MEDAN.COM)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Baca juga: UPDATE TKW Asal Bekasi Disuruh Makan Sampah hingga Disiksa Majikan Layaknya Hewan di Arab Saudi
Baca juga: Penemuan Tengkorak Manusia di Lahan Bekas Perkebunan Gegerkan Warga Tanjungpinang Riau
Baca juga: Polisi Gerebek Basis Narkoba di Wilayah Percut Seituan, 4 Diduga Pemakai dan 1 Bandar Sabu Diamankan
Baca juga: PARAH, Ospek Mahasiswa Baru UIN Surakarta Dipaksa Daftar Pinjol Gegara Sponsor, Kini Auto Disorot
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Ilustrasi-TKW-TKI-korban-kekerasan-pelecehan.jpg)