Sosok Rocky Gerung

Sosok Rocky Gerung, Akademisi dan Pengamat Politik yang Dilaporkan Karena Diduga Hina Jokowi

Rocky Gerung kini menjadi sorotan setelah sebut 'bajingan tolol usai bahas Presiden RI, Joko Widodo

Tayang:
Penulis: Istiqomah Kaloko | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN
Rocky Gerung kini jadi sorotan setelah menyebut 'bajingan tolol' usai membahas Presiden RI, Joko Widodo 

TRIBUN-MEDAN.COM - Rocky Gerung, akademisi yang juga pengamat politik menjadi sorotan setelah menyebut 'bajingan tolol' usai membahas Presiden RI, Joko Widodo

Rocky Gerung menjadi sorotan usai videonya viral di media sosial.

Dalam videonya itu, Rocky Gerung mengatakan bahwa Jokowi hanya memikirkan nasibnya sendiri.

"Ambisi Jokowi adalah mempertahankan legasinya. Dia masih ke China buat nawarin IKN. Dia masih mondar mandir dari satu koalisi satu ke koalisi yang lain untuk mencari kejelasan nasibnya. Dia memikirkan nasibnya sendiri Dia nggak mikirin nasib kita. Itu baji**an yang tol**," kata Rocky Gerung dalam potongan video tersebut.

Baca juga: Sebut Bajingan Tolol saat Bahas Jokowi, Rocky Gerung: Yang Boleh Terhina Adalah Manusia

Sebelumnya, video lengkap pidato Rocky Gerung yang diduga menghina Presiden Jokowi itu diunggah di akun YouTube  Rocky Gerung, yaitu Rocky Gerung Official.

Pidato tersebut disampaikan oleh Rocky Gerung dalam acara sebuah organisasi buruh.

Akibat dari pernyataan tersebut, sejumlah relawan Jokowi melaporkan pengamat politik Rocky Gerung dengan dugaan penghinaan.

Relawan menganggap bahwa Rocky Gerung telah melakukan penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo.

Rocky Gerung, atau yang akrab disapa Bung Rocky, lahir di Manado pada tanggal 20 Januari 1959.

Baca juga: REKAMAN Rocky Gerung Hina Presiden Jokowi di Depan Publik

Ia merupakan seorang aktivis yang menyelesaikan pendidikan di Jurusan Ilmu Filsafat, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia.

Pada tahun 1986, Rocky Gerung berhasil menyelesaikan studinya di Universitas Indonesia.

Dia dikenal sebagai seorang filsuf, akademisi, dan juga seorang pengamat politik.

Selain itu, ia sering menjadi narasumber di berbagai acara televisi, termasuk menjadi narasumber dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC) di TV One.

Rocky Gerung pernah menjadi dosen tidak tetap di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, namun pada tahun 2015, dia memutuskan untuk berhenti mengajar.

Baca juga: Respons Istana, Rocky Gerung Bilang Menghina Kedudukan Sebagai Presiden Bukan Sosok Jokowi

Keputusan berhenti mengajar ini diambil karena ada persyaratan dalam UU No. 14 Tahun 2005 yang menetapkan bahwa seorang dosen minimal harus memiliki gelar magister atau S-2, sedangkan saat itu Rocky hanya memiliki gelar Sarjana atau S-1.

Selain itu, Rocky Gerung juga terlibat dalam penelitian di Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D).

Pada tahun 2007, dia turut mendirikan SETARA Institute, sebuah organisasi yang berdedikasi untuk mencapai cita-cita di mana setiap orang dihormati setara dalam menghadapi keberagaman.

Nama Rocky Gerung semakin terkenal karena kritik tajamnya terhadap pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).

Baca juga: Reaksi Rocky Gerung, Dituntut Minta Maaf dan Dilaporkan ke Polisi, Rocky Bantah Hina Presiden Jokowi

Rocky Gerung telah menghasilkan sejumlah karya, berupa buku dan jurnal, di antaranya:

Buku:

1. Teori Sosial dan Praktik Politik. Jakarta: Penerbit Grafiti (1991).

2. Hak Asasi Manusia: Teori, Hukum, Kasus. Depok: Filsafat UI Press (2006).

3. Demokrasi dan Kekecewaan, Centre for the Study of Islam and Democracy (2009).

Jurnal:

1. Pluralisme dan Konsekwensinya: Catatan Kaki untuk Filsafat Politik’ Nurcholish Madjid, Paper PSIK Universitas Paramadina (2007).

2. Feminisme versus Kearifan Lokal, Jurnal Perempuan 57 (2008).

3. Representasi, Kedaulatan, dan Etika Publik, Jentera Jurnal Hukum 20 (2010).

4. Feminist Ethics against Stigma of Theocracy-Patriarchy: a Reflection of 2014 Presidential Election, Jurnal Perempuan (2014).

5. Jalan Ideologi dalam Negara Demokrasi, Konfrontasi: Jurnal Kultural, Ekonomi Dan Perubahan Sosial (2015).

6. Feminist Pedagogy: A Political Position, Jurnal Perempuan 21 (2016).

Rocky Gerung dikenal memiliki saluran YouTube yang bernama Rocky Gerung Official.

Hingga Selasa (1 Agustus 2023), jumlah pengikut akun YouTube tersebut sudah mencapai lebih dari 1,64 juta suscriber.

Di kanal Youtubenya itu, Rocky Gerung sering mengunggah video yang berhubungan dengan politik dan isu-isu yang sedang hangat diperbincangkan.

(cr31/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved