Viral Medsos
Terbaru Kasus Inses Ayah dan Anak di Banyumas, Terungkap 7 Bayi Tewas Dibekap, Peragakan 20 Adegan
Pada Senin (24/7/2023) Satreskrim Polresta Banyumas, Jawa Tengah, telah melakukan rekonstruksi kasus pembunuhan bayi hasil hubungan sedarah atau inses
Kerangka keenam ditemukan di pinggiran kolam di sebuah kebun. Kerangka keenam ditemukan dalam kondisi berserakan di dalam kain merah yang digunakan sebagai pembungkus. Adapun kuburan bayi yang sudah menjadi kerangka itu cukup dangkal, sekitar 30 cm. Menurut pengakuan R, bayi-bayi itu dibunuh sesaat setelah dilahirkan dan dikuburkan di kebun tersebut. Adapun alasan R melakukan perbuatan keji tersebut adalah untuk ritual pesugihan agar cepat kaya.
Sosok Guru Spritual Sudah Meninggal
Kasat Reskrim Polresta Banyumas Kompol Agus Supriadi mengungkapkan fakta baru soal kasus inses ayah anak dan pembunuhan tujuh bayi di Purwokerto Selatan, Banyumas, Jawa Tengah.
Agus mengungkapkan, misteri guru spiritual yang disebut membisiki pelaku, R (57) untuk menggauli anak perempuannya, E (25), dan membunuh tujuh bayi sebagai ritual pesugihan.
Rupanya, sosok guru tersebut kini sudah meninggal. “Gurunya sudah meninggal sejak 2011,” kata Agus, Selasa (4/7/2023) lalu.
Hal ini membuat penyidik meragukan keterangan dari R. Agus bilang, tidak menutup kemungkinan jika keterangan R soal guru spiritual hanya alibi semata. Pihaknya pun akan mendalami lebih lanjut motif atau alasan R melakukan perbuatan kejinya, menggauli anak kandung sendiri dan membunuh tujuh bayi dalam kurun waktu 2013 hingga 2021.
Menurut pengakuan R, bayi-bayi itu dibunuh sesaat setelah dilahirkan dan dikuburkan di kebun tersebut.
Adapun alasan R melakukan perbuatan keji tersebut adalah untuk ritual pesugihan agar cepat kaya.
Namun, polisi beranggapan, bahwa hal itu bisa saja sebagai alibi. “Betul (kemungkinan hanya alibi), nanti akan kita dalami,” imbuhnya.
(*/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Rudi-pembunuh-tujuh-bayi-hasil-hubungan-inses.jpg)