Berita Viral

Daftar 33 Orang Penumpang Selamat Kapal Tenggelam di Buton, Penyebab Diduga Kelebihan Penumpang

Tim SAR gabungan akhirnya menghentikan pencarian terhadap penumpang kapal yang tenggelam di perairan Teluk Mawasangka Tengah, Kabupaten Buton Tengah,

Tayang:
Editor: Liska Rahayu
HO
Sekitar 15 orang warga dilaporkan tewas tenggelam dan 19 orang hilang saat rakit yang ditumpangi tenggelam di teluk Kecamatan Mawasangka, Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara, Senin (24/7/2023) dinihari. 

TRIBUN-MEDAN.com - Tim SAR gabungan akhirnya menghentikan pencarian terhadap penumpang kapal yang tenggelam di perairan Teluk Mawasangka Tengah, Kabupaten Buton Tengah, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), pada Senin (24/7/2023) di hari.

Kepala kantor pencarian dan pertolongan (KPP) Kendari, Muhamad Arafah mengatakan, bahwa total seluruh penumpang kapal sebanyak 48 orang.

Sebelumnya pihak KPP Kendari mencatat ada 40 orang penumpang di kapal penyeberangan itu.

Penumpang selamat yang terdata sebanyak 6 orang, 27 orang lainnya yang sebelumnya tidak terdata atau melaporkan diri karena korban yang selamat langsung pulang ke rumahnya masing-masing.

Sekitar 15 orang warga dilaporkan tewas tenggelam dan 19 orang hilang saat rakit yang ditumpangi tenggelam di teluk Kecamatan Mawasangka, Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara, Senin (24/7/2023) dinihari.
Sekitar 15 orang warga dilaporkan tewas tenggelam dan 19 orang hilang saat rakit yang ditumpangi tenggelam di teluk Kecamatan Mawasangka, Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara, Senin (24/7/2023) dinihari. (HO)

"Perkembangan identifikasi korban dari pihak Polres Buton Tengah, jumlah korban selamat 33 orang dan meninggal dunia ada 15 orang penumpang," ungkap Arafah, dalam rilis tertulisnya, Senin (24/7/2023).

Dengan ditemukannya seluruh penumpang kapal tersebut, lanjut kepala KPP Kendari, maka operasi SAR terhadap kecelakaan kapal penyebrangan antar desa yang tenggelam di Teluk Mawasangka Tengah dinyatakan selesai dan ditutup.

"Seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuannya masing-masing," terang dia.

Data korban selamat sebanyak 33 orang masing-masing atas nama:

1. Marlina (usia 18 tahun, rawat inap Puskesmas Mastim)

2. Salsia (usia 26 tahun, rawat inap puskesmas).

3. Putri Hanudin (14 tahun)

4. Egi 20 (tahun)

5. Heni Marlina (23 tahun)

6. Paramita (15 tahun)

7. Iji

8. Erik

9. Alif

10. Firman

11. Arif

12. Inling

13. Lilis

14. Embun

15. Sridamayani

16. M.Hendra

17. Yamin

18. Ponakan M.Hendra

19. Akbar

20. La supa

21. Azul

22. Ningsi

23. La Ati

24. Salam

25. Zulfin

26. Edwar

27. Mimi

28. Meliana

29. Fandri

30. Ainun

31. Nurhafis

32. Sairuddin

33. Samlia

Sementara korban meninggal dunia sebanyak 15 orang masing-masing:

1. Yanti (20 tahun)

2. sayana (38 tahun)

3. Narti (19 tahun)

4. Elena (24 tahun)

5. Nurasafila (26 tahun)

6. Eti Fariski (18 tahun)

7. Darni (17 tahun)

8. Lakiran (46 tahun)

9. Afkar (15 tahun)

10. gadis (16 tahun)

11. Irma (17 tahun)

12. Muh Rifal (16 tahun)

13. Waunde (37 tahun)

14. Lusnawati (17 tahun)

15. Muh.Kisan (7 tahun) / anak

Diberitakan, satu unit kapal penyebrangan antar desa tenggelam saat melakukan penyebrangan dari Desa Lanto menuju Desa Lagili, Kecamatan Mawasangka Tengah, Kabupaten Buton Tengah usai menonton konser pada perayaan Hari Ulang Tahun ke 9 Buton Tengah pada Minggu (23/7/2023) malam. 

Diduga akibat Melebihi Kapasitas Penumpang

Tim gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap 19 orang penumpang kapal yang tenggelam di Teluk Mawasangka Tengah, Kabupaten Buton Tengah, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), pada Senin (24/7/2023) dini hari.

Kepala Basarnas Kendari Muhammad Arafah mengatakan, kapal yang mengangkut 40 orang penumpang itu melebihi kapasitas kapal sehingga kapal tersebut terbalik dan tenggelam.

Kejadian itu mengakibatkan 15 orang penumpang tewas, enam orang selamat, dan 19 orang penumpang lainnya masih dalam pencarian.

"Untuk penyebabnya yang kami dapat informasi oleh kasubsi operasi bahwa kelebihan daripada penumpang yang naik di atas perahu. Karena itu merupakan perahu nelayan yang biasa melaksanakan penyeberangan yang seharusnya tidak sampai kapasitas 40. Yang harus melaksanakan penyeberangan menggunakan perahu tersebut yaitu maksimal 20 untuk kapasitas perahu tersebut," terang Arafah kepada Kompas.com pada Senin (24/7/2023).

Dia mengatakan, penanggung jawab atau motoris perahu tersebut belum bisa dihubungi karena saat ini tim SAR gabungan masih fokus melakukan pencarian kepada 19 orang yang hilang.

Penyebab banyak korban jiwa, lanjut Arafah, karena saat kapal melakukan penyeberangan dan perahu mulai terbalik, penumpang berdesak-desakan untuk menyelamatkan diri sehingga akhirnya perahu tenggelam.

Dari enam penumpang yang selamat, empat orang sudah pulang ke rumahnya dan dua orang masih dirawat di puskesmas.

Sementara itu, 15 orang korban yang meninggal sudah dibawa ke rumah duka.

Sebelumnya, sebuah kapal penyeberangan yang memuat 40 orang penumpang tenggelam di Perairan Teluk Mawasangka Tengah, Kabupaten Buton Tengah, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), pada Senin (24/7/2023) dini hari.

Sebanyak 15 penumpang yang didominasi wanita ini meninggal dunia, enam orang selamat, dan 19 lainnya dinyatakan hilang.

(*/Tribun-Medan.com)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved