Viral Medsos
Sosok Connie Bakrie, Dulu Cuap-cuap Serang Kemhan RI, Kini Dukung Prabowo Usai Keluar dari NasDem
Baru-baru ini Pengamat pertahanan dan militer Connie Rahakundini Bakrie menyatakan mundur dari anggota Dewan Pakar Partai Nasdem.
Penulis: AbdiTumanggor | Editor: AbdiTumanggor
Dia adalah seorang akademikus dan pengamat bidang militer dan pertahanan keamanan berkebangsaan Indonesia.
Ia mendapatkan gelar doktor di bidang politik dari Universitas Indonesia dan menjadi dosen di Universitas Pertahanan Indonesia.
Connie menyelesaikan riset studi doktoralnya di Chevening Executive Programme Democracy and Security, Birmingham University, England dan Fu Xing Kang War Collage ROC.
Ia sempat menjadi Senior Research Fellow di Institute of National Security Studies (INSS) Tel Aviv, Israel.
Ia juga merupakan Presiden dari Indonesia Institute for Maritime Studies.
2. Istri mantan petinggi TNI
Connie Rahakundini Bakrie juga merupakan istri dari Letnan Jenderal TNI (Purn) Djaja Suparman, mantan Pangkostrad dan Irjen TNI.
Dia dikaruniai tiga anak yakni. Samantha Deandra Azzaria, Audindra, Aurelle Alessandra Merkava.
3. Mundur dari Dewan Pakar Nasdem
Connie Bakrie sebelumnya menjadi anggota Dewan Pakar Partai Nasdem.
Posisi inilah yang membuat dia diragukan saat mengungkap tentang mafia pengadaan alutsista.
Pengamat politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarief Hidayatullah Jakarta Adi Prayitno menyebut kritik atau pernyataan Connie Bakrie soal pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista) senilai Rp 1.760 triliun bias adanya.
"Kalau atas nama partai, sangat efektif jika kritik disampaikan secara terbuka di Komisi I secara resmi. Jika atas nama pakar pertahanan bisa bias karena posisi beliau melekat ke partai tertentu," ujar Adi, Jumat (4/6/2021).
Meski demikian, Adi mengingatkan, kritik tersebut lumrah terjadi dalam sistem demokrasi. Apalagi isunya sendiri terbilang seksi.
Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia ini pun mengatakan perbedaan pendapat antarpartai dalam koalisi pun lazim.
Dia mencontohkan saat pembahasan Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) dan RUU Pemilihan Umum (Pemilu).
Saat kedua beleid itu digodok, kata Adi, banyak partai koalisi Joko Widodo (Jokowi) awalnya beda pendapat secara terbuka.
"Satu hal yang jelas, dalam kapasitas apa pun kritik itu dilakukan, tentunya akan muncul resistensi bahkan disharmonisasi dengan Gerindra," ungkapnya.
Adi menyatakan demikian lantaran posisi Connie tidak bisa dilepaskan identitasnya sebagai Anggota Dewan Pakar NasDem yang juga anggota koalisi Jokowi.
"Selain itu bagi Gerindra, Prabowo bukan hanya Menhan, melainkan lebih dari itu, sebagai simbol harga diri partai," kata Adi.
Baca juga: Connie Rahakundini Bakrie Mundur dari Anggota Dewan Pakar Partai NasDem, Ketidaksesuaian Ideologis
Baca juga: SOSOK Connie Rahakundini yang Berani Suruh KSAD Jenderal Dudung Jangan Berambisi Jadi Panglima TNI
(*/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/jenderal-bos-pt-tmi-dipecat.jpg)