Berita Medan
Minta Polisi Tembak Mati Bandit Jalanan, KontraS Sumut Kecam Bobby Nasution
Pernyataan Bobby Nasution yang meminta polisi menindak tegas para bandit jalanan, seolah kalap dengan banyaknya tindak kejahatan yang terjadi di Medan
Rahmat juga menjelaskan, penggunaan kekuatan tidak memberikan efek jera terhadap para pelaku kejahatan.
Dari catatan tahunan KontraS Sumut, pada bulan Juni 2022 sampai Juni 2023 terdapat 35 kasus penembakan. Ada 36 luka-luka dan empat orang meninggal.
Baca juga: Bobby Nasution Minta Tembak Mati Begal dan Geng Motor: Dihukum Setegas-tegasnya
Baca juga: Respons Wali Kota Bobby Nasution soal Murid SD Tewas setelah Dibully
Data tersebut tidak jauh berbeda dengan tahun lalu dimana terdapat 33 kasus penembakan yang dilakukan oleh pihak kepolisian.
"Penembakan yang dilakukan kepada pelaku kejahatan harus dijalankan sesuai dengan mekanisme yang ada, saat ini dalih perlawanan yang dilakukan si pelaku kerap di lontarkan," katanya.
"Tapi pada kenyataannya, banyak laporan dari keluarganya bahwa penembakan itu justru dilakukan ketika pelaku sudah berada dalam kekuasaan atau ditangkap," sambungnya.
Dikatakannya, KontraS Sumut merekomendasikan kepada Pemerintah Kota dan kepolisian untuk bersinergi dalam agar memperketat keamanan.
"Pencegahan lebih penting dilakukan, patroli di areal yang rawan kejahatan lebih baik dari pada menunggu kejahatan terjadi," bebernya.
Dijelaskan Rahmat, KontraS Sumut tentunya mendukung penegakan hukum atas banyaknya kasus kejahatan yang terjadi di wilayah Sumatera Utara dan Kota Medan.
"Hanya saja penegakan hukum harus dijalankan dengan mekasnisme yang benar, jangan sampai ada penegakan hukum yang justru melanggar hukum," pungkasnya.
(cr11/tribun-medan.com)