Viral Medsos
Saat Cak Nun Terbaring di RSUP Sardjito, Presiden Jokowi Datang Membesuk
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjenguk budayawan dan cendekiawan muslim Emha Ainun Najib atau sering dipanggil Cak Nun di RSUP dr Sardjito Yogyakarta
Novia Kolopaking mengungkapkan, pihak Keluarga Cak Nun sudah sepakat agar tim dokter yang menangani Cak Nun yang menjelaskan kondisi pemimpin majelis Jamaah Maiyah tersebut.
"Tapi untuk detail aku belum bisa menjelaskan karena kami sepakat nanti dokter Edy yang akan menjelaskan," ucapnya.
Novia Kolopaking meminta doa agar kondisi kesehatan Cak Nun lekas membaik.
"Doakan semoga segera pulih," ucapnya.
Sempat Menjadi Sorotan Publik
Cak Nun sempat jadi sorotan publik setelah Presiden Jokowi disebutnya Firaun. Tak hanya Presiden Jokowi, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan juga diibaratkan oleh Muhammad Ainun Nadjib (Cak Nun) sebagai Haman.
Di Al-Quran, Haman adalah seorang wazir yakni penasihat atau menteri berkedudukan tinggi yang selalu mendukung juga penanggung jawab dari semua proyek Firaun. Diketahui, Cak Nun mengungkapkan pernyataan tersebut saat memberikan ceramah di Kajian Maiyah.
“Karena Indonesia dikuasai oleh Firaun yang namanya Jokowi, oleh Qarun yang namanya Anthony Salim dan 10 naga, nggak 9, 10 saya kira. Terus ada Haman yang namanya Luhut,” ungkap Cak Nun dalam cuplikan video tersebut.
Pernyataan Cak Nun ini pun viral di media sosial hingga menjadi bahan pergunjingan. Di sisi lain, usai viralnya berita tersebut, Cak Nun merilis video pendek di kanal Youtubenya. Dalam video tersebut, ia mengaku di sidang habis-habisan oleh keluarganya.
Terkait pernyataan Cak Nun tersebut, Juru Bicara Luhut, Jodi Mahardi mengatakan, Luhut Binsar Pandjaitan tak memusingkan pernyataan Cak Nun.
"Ya, Pak Luhut sabar dan santai saja menyikapinya," kata Jodi, Rabu (13/1/2023) lalu.
Lebih lanjut, Jodi Mahardi mengatakan, Luhut justru memberikan doa untuk Cak Nun.
"Mendoakan yang baik-baik buat pak Emha yang mulia," ujarnya.
Sementara, Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa'adi sebelumnya meminta para penceramah agama tak menyerang kehormatan dan martabat presiden atau wakil presiden di depan umum.
"Saya mengimbau kepada siapa pun khususnya penceramah agama untuk tidak menyerang kehormatan atau harkat dan martabat diri presiden dan/atau wakil presiden di depan umum," kata Zainut dalam keterangannya, Kamis (19/1/2023) lalu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/JOKOWI-JENGUK-BUDAYAWAN-CAK-NUN.jpg)