Malangnya Nasib Lansia Ini, Rumah Ditutup Tembok Hotel Setinggi 15 Meter, Kini Terpaksa Lewati Parit
"Saya ditakut-takuti kalau enggak mau jual ke dia (pemilik hotel), nanti saya akan dikurung, ditutup (akses jalan) akhirnya saya nyerah," kata Ngadeni
Namun, selang beberapa lama kemudian, tetangga Ngadenin yang berjualan ayam bakar menjual lahannya ke pengusaha hotel.
Ngadenin lalu dipaksa dengan ancaman apabila tidak menjual lahan kepada pengusaha hotel.
"Saya ditakut-takuti kalau enggak mau jual ke dia (pemilik hotel), nanti saya ditakut-takuti akan dikurung, ditutup (akses jalan) akhirnya saya nyerah," tutur Ngadenin.
Ayah lima anak tersebut menuturkan, harga jual yang ditawarkan pihak hotel tidak cukup untuk membeli rumah yang sama.
"Ditawar harganya sangat sangat rendah, tidak sesuai kalau buat beli rumah pengganti enggak dapet, setengah saja enggak dapat," kata dia.
Alhasil, Ngadenin terpaksa pindah dan membeli tanah dan rumah di lokasi, tidak lagi tepat di pinggir jalan.
Saat baru dibeli, kata Ngadenin, akses jalan menuju keluar masuk rumah masih tersedia.
Kemudian, para pemilik lahan di sekitar rumahnya menjual ke pihak hotel.
"Saya beli di sini awalnya ada jalan, katanya sudah diwakafkan, tapi akhirnya dijual semua ke hotel sama jalannya saya enggak tahu," ucap dia.
Selain Ngadenin, terdapat dua orang tetangganya yang bernasib serupa.
Namun, satu di antaranya telah menjual ke pihak hotel.
Kini, hanya tersisa Ngadenin dan Peni.
Ngadenin tidak lagi menempati rumahnya lantaran kondisinya sudah tidak layak huni dan tidak memiliki akses untuk menuju ke rumahnya.
(*/TRIBUN-MEDAN.COM)
Baca juga: Dipaksa Ubah Jenis Kelamin oleh Kekasihnya, Pria Ini Malah Ditinggal dan Minta Bantuan Polisi
Baca juga: Pria Berseragam Diduga Polisi Gadungan Tilang Pengendara, Kabur saat Direkam
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Kondisi-rumah-lansia-bernama-Ngadenin-63-yang-tertutup-tembok-hotel.jpg)