Berita Kesehatan

Amankah Konsumsi Obat Kuat saat Berhubungan Intim? Simak Penjelasan Seksolog dr Haekal Anshari

Jangan sembarangan mengonsumsi obat kuat, termasuk yang dikemas dalam bentuk suplemen berbahan herbal. Simak penjelasan seksolog dr Haekal

Tayang:
Penulis: Rizky Aisyah | Editor: Randy P.F Hutagaol
ISTIMEWA
ILUSTRASI. 

TRIBUN-MEDAN.com.MEDAN – Biasanya, pria mengalami masalah ejakulasi dini saat berhubungan seks.

Akibatnya, banyak pria yang menggunakan obat kuat agar merasa lebih kuat saat berhubungan seks.

Lalu apa risikonya jika seseorang menggunakan obat kuat, dan adakah obat kuat yang efektif dan aman?

Berikut ini penjelasan dari dokter Anti Aging dan Sexologist dr. Haekal Anshari, M. Biomed (AAM).

Menurut dr. Haekal Anshari, dalam dunia medis tidak pernah mengenal obat kuat.

dr Haekal Anshari
dr Haekal Anshari (Instagram/ @dr.haekalanshari)

"Tidak ada istilah obat kuat dalam dunia medis. Obat kuat merupakan istilah yang populer oleh media," kata dr. Haekal Anshari seperti dikutip dari instagramnya @dr.haekalanshari.

Dia mengakui bahwa persepsi masyarakat, dan terutama pria, tentang obat kuat yang dapat meningkatkan durasi hubungan seks telah banyak berkembang.

"Banyak persepsi yang beragam di kalangan masyarakat mengenai obat kuat. Ada yang meyakini obat kuat sebagai obat untuk meningkatkan libido, menambah stamina hingga memperpanjang durasi berhubungan seksual," jelasnya.

Ia juga menguraikan tentang obat kuat yang beredar di masyarakat.

"Pil biru sebenarnya obat resep dan bukan obat yang bisa mengatasi semua gangguan fungsi seksual. Pil biru atau juga pil kuning, oranye atau pil-pil yang berakhiran..gra...lis, dll merupakan obat erektogenik," jelasnya

Obat erektogenik adalah obat yang diresepkan untuk mengobati disfungsi ereksi.

Obat ini membuat ereksi menjadi lebih keras dan mempertahankan kekerasannya

Menurut Dr Haekal Anshari, ada beberapa jenis disfungsi seksual atau disfungsi ereksi yang penyebabnya bermacam-macam.

"Perlu konsultasi, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang oleh dokter agar benar-benar dapat ditentukan diagnosa jenis disfungsi seksual serta penyebabnya. Setelah itu baru dapat ditentukan terapi obat yang tepat sesuai dengan jenis disfungsi seksual dan penyebabnya"lanjutnya

Oleh karena itu, obat kuat tidak dapat mengatasi semua jenis disfungsi seksual seperti libido rendah, stamina rendah, dan ejakulasi dini

"Jangan sembarangan mengonsumsi obat kuat, termasuk yang dikemas dalam bentuk suplemen berbahan herbal. Suplemen yang terbuat dari herbal tidak memberikan hasil yang instan atau langsung terasa khasiatnya seperti obat berbahan kimia," tulisnya.

"Suplemen herbal yang mengklaim dapat memberikan manfaat langsung harus dicurigai, karena kemungkinan besar suplemen tersebut telah dicampur dengan bahan aktif obat kimia dan memiliki efek samping yang sama dengan obat kimia," sambungnya.

"Jangan mengobati diri sendiri dengan mengonsumsi obat kuat secara langsung, dan waspadai efek samping yang dapat terjadi jika dikonsumsi secara sembarangan."tutupnya

(cr30/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved