Prahara Rumah Tangga

Padahal Hampir Tiap Tahun Lahirkan Bayi, Pantas Kasus Inses Ayah dan Anak Banyumas Baru Terkuak

Padahal tiap tahun melahirkan bayi, pantas kasus inses ayah dan anak Banyumas baru terkuak.

Tayang:
KOLASE/TRIBUN MEDAN
Konferensi pers Polresta Banyumas terkait kasus pembunuhan 7 bayi hasil inses bapak dan anak yang dikubur di RT 1 RW 4 Kelurahan Tanjung, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Selasa (27/6/2023). 

TRIBUN-MEDAN.com - Padahal hampir tiap tahun melahirkan bayi, pantas kasus inses ayah dan anak Banyumas baru terkuak.

Nasib pilu dialami oleh E (28), wanita yang menjadi korban kebejatan ayahnya sendiri Rudi (57).

Bagaimana tidak, E telah dirupaksa sang ayah selama puluhan tahun hingga melahirkan 7 bayi yang langsung dibunuh Rudi.

Kejadian ini menjadi aneh lantaran baru terungkap sekarang setelah berlangsung selama 15 tahun.

Sebagaimana diketahui, E diduga telah menjadi korban nafsu bejat sang ayah saat masih berusia 13 tahun.

Ia melahirkan bayi pertamanya dari hasil hubungan inses pada tahun 2013.

Ritual pesugihan biar cepat kaya jadi alasan Rudi (57) bunuh tujuh bayi hasil inses dengan anak kandungnya E (25).
Ritual pesugihan biar cepat kaya jadi alasan Rudi (57) bunuh tujuh bayi hasil inses dengan anak kandungnya E (25). (KOLASE/TRIBUN MEDAN)

Kemudian 6 bayi hasil inses lainnya lahir berturut-turut di tahun 2015, 2016, 2018, 2019, 2020 dan 2021.

Total ada empat bayi laki-laki dan dan tiga bayi perempuan yang dilahirkan E setelah dirudapaksa Rudi.

Akan tetapi, kasus tersebut baru diketahui polisi belakangan ini, setelah korban menderita selama bertahun-tahun.

Menanggapi hal ini, Kapolresta Banyumas Kombes Pol. Edy Suranta Sitepu memberikan penjelasan.

Pihaknya baru mengetahui kasus tersebut lantaran selama ini belum mendapat laporan dari warga sekitar lokasi.

 

"Tentunya kita belum ada laporan dari masyarakat akan hal itu, kemudian juga mendalami semua informasi dari E dan S ibu kandungnya," terang Edy dikutip TribunJateng.com, Jumat (30/6/2023).

Mirisnya, ibu kandung korban, S, ternyata mengetahui perbuatan bejat suaminya.

Alih-alih membantu sang anak kandung, S justru bungkam karena diancam pelaku, dan turut berperan saat E melahirkan anak-anaknya.

Sementara, aksi bertahun-tahun Rudi juga diduga telah diketahui warga sekitar rumahnya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved