Berita Viral

MIRIP Kisah Fajri, Sumarlan Pria Obesitas 200 Kg Alami Sakit Kaki, Cuma Bisa Tidur Dievakuasi Damkar

Mirip dengan kasus almarhum Fajri pria berbobot 300 kilogram, Sumarlan (60) harus dievakuasi petugas damkar untuk berobat karena memiliki bobot 200 ki

Tayang:
HO
Mirip dengan kasus almarhum Fajri pria berbobot 300 kilogram, Sumarlan (60) harus dievakuasi petugas damkar untuk berobat karena memiliki bobot 200 kilogram.  

TRIBUN-MEDAN.com - Mirip dengan kasus almarhum Fajri pria berbobot 300 kilogram, Sumarlan (60) harus dievakuasi petugas damkar untuk berobat karena memiliki bobot 200 kilogram

Sumarlan diangkut petugas pemadam kebakaran lantaran telah mengalami sakit di bagian kaki dan cuma mampu terbaring di rumah. 

Sumarlan memiliki bobot 200 kilogram dan membuat tulang kakinya sakit. 

Sumarlan merupakan pria asal Gambir, Jakarta Pusat. 

Selama sakit, Sumarlan diurus oleh anak semata wayangnya yang juga bekerja di Jakarta.

Sumarlan bisa tetap tinggal di ruko konveksi itu karena operasional ruko tersebut kini dipegang oleh rekan-rekannya sesama pekerja setelah pemiliknya meninggal dunia.

"Dia udah gabisa aktivitas, cuma tiduran aja tapi kalau komunikasi masih lancar. Di sini tinggal sama anaknya karena kebetulan anaknya juga kerja di Jakarta," kata Yatimin, rekan kerja Sumarlan ditemui TribunJakarta.com di ruko konveksi Jalan Sukarjo Wiryopranoto, Kebon Kelapa, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (30/6/2023).

Baca juga: Sudah Lama Ditarget, 3 Anggota Polisi Lampung Terjaring OTT Kasus Narkoba, Satu di Antaranya Perwira

Baca juga: Detik-Detik Polisi Gagalkan Aksi Begal di Lintas Curup-Lubuklinggau, Pelaku Sempat Berontak

Baca juga: Panji Gumilang Tak Terima Pesantren Al-Zaytun Disebut Sesat, Sudah Sesuai Ajaran Alquran: Saya Benar

Pantauan tribun, di lantai dua ruko konveksi tempat tinggal Sumarlan itu tak ada sinar matahari yang masuk ke ruangan tersebut.

Lebar lorong menuju kamar Sumarlan hanya sekira satu meter.

Adapun kamar tempat tinggal Sumarlan hanya berlapis triplek.

Kondisi bangunan juga sudah tak terawat.

Hal itu terlihat dari lantai yang kotor dan langit-langit yang dipenuhi sarang laba-laba.

Pegangan tanggga terlihat terlepas usai dicopot pihak Damkar untuk memudahkan proses evakuasi Sumarlan.

Yatimin menceritakan bahwa kondisi kesehatan rekannya itu sudah memburuk sejak sekira dua tahun lalu.

Awalnya Sumarlan mengeluhkan sakit di bagian kaki, namun kian lama justru kondisinya kian memburuk hingga membuatnya tak bisa berjalan.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved