Rusia vs Ukraina
Kabar Dua Jenderal Rusia Hilang Misterius Usai Pemberontakan Wagner Group, Ini Kata Intelijen AS
Dua jenderal Rusia, Sergei Surovikin dan Valery Gerasimov dilaporkan menghilang setelah adanya pemberontakan tentara bayaran Wagner Group.
Gerasimov yang merupakan komandan perang Rusia di Ukraina itu juga tidak pernah disebutkan lagi dalam siaran pers Kementerian Pertahanan Rusia sejak 9 Juni 2023.
Menurut beberapa analis militer Barat, Gerasimov (67) disebut menjadi salah satu dari tiga komandan Rusia yang memegang “tas nuklir”.
Menteri Pertahanan Rusia Jenderal Sergei Surovikin yang dijuluki sebagai “Jenderal Armagedon” juga hilang dari pandangan pers Rusia.
Ia dijuluki sebagai “Jenderal Armagedon” lantaran tindakannya yang agresif dalam peperangan dan saat ini menjadi wakil komandan pasukan Rusia di Ukraina.
Menurut intelijen AS, Surovikin mengetahui lebih awal tentang pemberontakan Wagner Group dan pihak Rusia saat ini sedang memeriksanya.
Namun hal itu dibantah oleh Kremlin, mengatakan bahwa akan ada banyak spekulasi dan gosip yang beredar.
Pembersihan sedang dilakukan Putin
Namun, Saluran Telegram berpengaruh yang dijalankan oleh mantan petugas pers Kementerian Pertahanan Rusia yang bernama Rybar melaporkan, negara yang dipimpin Vladimir Putin tersebut sedang melakukan pembersihan.
Dilansir dari FoxNews, Rybar mengeklaim Rusia sedang mencoba untuk menghapus personel militer yang diyakini telah menunjukkan kurangnya ketegasan dalam menumpas pemberontakan.
“Pemberontakan bersenjatan oleh perusahaan militer swasta Wagner telah menjadi dalih pembersihan besar-besaran di jajaran Angkatan Bersenjata Rusia,” tulis Rybar.
Disebut untuk menyatukan kekuatan
Kabar hilangnya dua jenderal Rusia itu ternyata telah didengar oleh Pentagon.
Pentagon pun memberikan reaksi atas hilangnya Jenderal Rusia tersebut.
Mantan perwira intelijen pertahanan Amerika Serikat (AS) Rebekah Koffler setuju bahwa Putin terlihat sedang menyatukan kekuatan dan mengelilingi dirinya dengan para loyalis.
“Putin sedang mengatur pembersihan untuk memanfaatkan kudeta, yang menurut penilaian intelijen saya, adalah operasi bendera palsu,” ucap Koffler.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/DUA-JENDERAL-RUSIA-HILANG-MENDADAK.jpg)