Rusia

Rusia Memanas, Tentara Bayaran Wagner Menyerbu Moskow, Bagaimana Nasib Vladimir Putin

Bos Wagner Group, Yevgeny Prigozhin menilai Presiden Rusia Vladimir Putin membuat "kesalahan besar" karena menyebut pemberontakan. Itu pengkhianatan

Tayang:
AFP PHOTO/TELEGRAM CHANNEL OF CONCORD GROUP
Pemimpin pasukan bayaran Rusia, Yevgeny Prigozhin (depan) di Bakhmut, Ukraina pada 20 Mei 2023. Pada 23 Juni 2023, pemimpin perusahaan tentara bayaran yang dikenal sebagai Wagner itu mengumumkan serangan kepada tentara Rusia. (AFP PHOTO/TELEGRAM CHANNEL OF CONCORD GROUP) 

TRIBUN-MEDAN.com - Situasi terkini di Rusia kian memanas. Bukan lagi kontra Ukraina, melainkan persoalan dalam negeri yang menjurus pada perang saudara.

Tentara bayaran Wagner merangsek menyerbu pusat kota pemerintahan Rusia, Moskow.

Banyak yang mempertanyakan bagaimana nasib sang pemimpin Vladimir Putin yang selama ini dikenal digdaya.

Diketahui, tentara bayaran Wagner yang selama ini membela pasukan Rusia melawan Ukraina kini justru berbalik arah.

Tentara Wagner menyerang kota-kota di Rusia, termasuk berupaya memasuki Ibu Kota Rusia, Moskow.

Dilansir dari Reuters, Sabtu (24/6/2023) malam waktu Indonesia, helikopter militer Rusia melepaskan tembakan  Sabtu sore pada konvoi tentara bayaran Wagner.

Rombongan tentara itu dikabarkan sudah lebih dari setengah jalan menuju Moskow  setelah semalam menguasai kota selatan Rusia.

Presiden Vladimir Putin sebelumnya bersumpah untuk menghancurkan tentara Wagner yang dianggap pemberontak bersenjata.

Dia membandingkan serangan tentara Wagner itu seperti Perang Saudara Rusia seabad lalu.

Semalam, Bos Wagner Yevgeny Prigozhin klaim telah menguasai Rostov-on-Don, sebuah kota berpenduduk lebih dari satu juta orang yang dekat dengan perbatasan dengan Ukraina dan dengan cepat maju ke utara melalui Rusia barat.

Seorang jurnalis Reuters melihat helikopter tentara Rusia melepaskan tembakan ke pasukan bersenjata Wagner yang bergerak maju melewati kota Voronezh dengan pengangkut pasukan dan setidaknya satu tank di atas truk flatbed.

Kota ini terletak lebih dari setengah jalan raya sepanjang 1.100 km (680 mil) dari Rostov ke Moskow.

Prigozhin, yang sebelumnya membela Rusia melawan Ukraina di medan tempur, mengklaim telah merebut markas besar Distrik Militer Selatan Rusia di Rostov.

Di Rostov, yang berfungsi sebagai pusat logistik belakang utama untuk seluruh pasukan invasi Rusia, penduduk berseliweran.

Mereka merekam dengan ponsel saat pejuang Wagner dengan kendaraan lapis baja dan tank tempur mengambil posisi.

Yevgeny Prigozhin Salahkan Putin

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved