Viral Medsos
Rusia di Ambang Perang Saudara, Tentara Bayaran Grup Wagner Memberontak, Putin Perketat Keamanan
Bos Wagner menyerukan penggulingan kepemimpinan militer Rusia, yang memicu pengetatan keamanan di Moskow dan wilayah-wilayah Rusia lainnya
Penulis: AbdiTumanggor | Editor: AbdiTumanggor
Pasukan Wagner diminta agar menerima komando dari para komandan militer Rusia dan kembali ke pangkalan mereka.
Dia mengatakan konflik politik bakal dimanfaatkan oleh musuh-musuh Rusia. "Saya perintah kalian agar berhenti," kataJenderal Sergei Surovikin dengan tangan menyentuh senapan, dalam video yang diposting via Telegram.
Berpotensi menjadi krisis domestik terbesar
Pemberontakan tentara bayaran Rusia ini akan menjadi krisis domestik terbesar yang dihadapi Vladimir Putin.
Yevgeny Prigozhin pernah menjadi sekutu terpercaya Vladimir Putin.
Sebelumnya pada Jumat, Yevgeny Prigozhin kehabisan kesabaran dengan buka-bukaan.
Prigozhin menyebut alasan Rusia menyerang Ukrain didasari oleh kebohongan para petinggi militer Putin.
Wagner Group memimpin pendudukan kota Bakhmut di Ukraina.
Ini menjadi kemenangan terbesar yang dicapai Rusia sejak serangan pada Februari 2022 lalu.
Prigozhin terang-terangan menuduh Menteri Pertahanan Sergei Shoigu dan panglima angkatan bersenjata Rusia Jenderal Valery Gerasimov, orang tidak kompeten.
"Menteri pertahanan telah memerintahkan 2.000 jenazah agar disembunyikan agar tidak memperlihatkan kekalahan perang,"ujar Yevgeny Prigozhin dalam pesan audio lewat Telegram.
"Mereka yang menghancurkan saudara-saudara kita, yang menghancurkan kehidupan puluhan ribu tentara Rusia, harus dihukum."
"Saya meminta agar tidak ada yang memberikan perlawanan,"lanjutnya.
"Ada 25.000 orang beserta kami dan kami akan mencari tahu mengapa kekacauan terjadi di negara ini,"pungkasnya.
Prigozhin juga berkilah tindakannya bukan kudeta militer.
Diketahui, tentara bayaran grup Wagner merupakan salah satu kubu pendukung Rusia, selain tentara Chechnya.
Tentara bayaran grup Wagner paling menonjol dalam operasi Moskow untuk menguasai Ukraina Timur.
Salah satu kota di wilayah ini, Bakhmut, telah menjadi pusat pertempuran paling sengit antara Wagner dan pihak Ukraina selama berbulan-bulan.
Ukraina mengaku belum lakukan serangan balasan
Di sisi lain, pihak Ukraina mengungkapkan serangan balasannya terhadap invasi Moskow belumlah diluncurkan.
"Saya ingin bilang bahwa pasukan utama kami belum terlibat dalam pertempuran, dan kami kini sedang mencari, menyelidiki titik-titik lemah pertahanan musuh," kata panglima angkatan darat Ukraina, Oleksandr Syrskyi.
Sementara itu, Jenderal Oleksandr Tarnavskyi, panglima "Tavria" Ukraina atau front selatan, mengungkapkan pasukannya mencapai kemajuan di sektor Tavria.
Tarnavskyi mengungkapkan pasukan Rusia sudah kehilangan ratusan nyawa dan 51 kendaraan militer dalam 24 jam terakhir, termasuk tiga tank dan 14 pengangkut personel lapis baja.
(*/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/tentara-bayaran-rusia-grup-wagner-melawan-balik-ke-putin.jpg)