Viral Medsos

Tarif Ongkos dan Jadwal KCJB-Kereta Cepat Jakarta Bandung, Luhut Telah Uji Coba Kecepatan 355 Km/Jam

Tarif dan jadwal operasional Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) telah dibocorkan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: AbdiTumanggor | Editor: AbdiTumanggor
KOLASE TRIBUN MEDAN
KERETA CEPAT JAKARTA BANDUNG - Tarif Ongkos dan Jadwal Operasional Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) dibocorkan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi. Ia mengungkapkan bahwa tarif perjalanan Kereta Cepat Jakarta Bandung berkisar antara Rp 250 ribu hingga Rp 350 ribu per penumpang tanpa subsidi. Hal itu ungkap Budi Karya saat mendampingi Menteri Koordinator Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan di Stasiun Tegalluar, Kamis (22/6/2023). (kolase tribun-medan.com) 

TRIBUN-MEDAN.COM - Tarif Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) telah dibocorkan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi.

Bahkan, jadwal operasional Kereta Cepat Jakarta Bandung tersebut juga diungkapkan.

Ia mengungkapkan bahwa tarif perjalanan Kereta Cepat Jakarta Bandung berkisar antara Rp 250 ribu hingga Rp 350 ribu per penumpang tanpa subsidi.

"Rangenya Rp 250-350 ribu. Oh gak ada PSO (Penyediaan Sistem Operasi). Fully komersial," ungkap Budi Karya saat mendampingi Menteri Koordinator Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan di Stasiun Tegalluar, Kamis (22/6/2023).

Mengenai jadwal operasional Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) ini, menurut Budi Karya, masih dalam tahap pembahasan internal.

Jelasnya, bisa saja secara bertahap dan frekuensi perjalanannya (KCJB) akan ditingkatkan.

"Tahap pembahasan, bisa kemungkinan awalnya pagi dan sore hari, kemudian setiap 30 menit, dan selanjutnya setiap 15 menit," jelasnya.

Berikan kesempatan bagi masyarakat untuk menumpang gratis

Dalam kesempatan konferensi pers tersebut, Budi Karya Sumadi juga mengatakan bawah masyarakat untuk sementara akan diberikan kesempatan untuk mencoba menumpangi KCJB secara gratis.

Layanan gratis untuk sementara ini, menurut Budi Karya, akan tersedia mulai bulan Juli hingga Oktober 2023.

"Untuk peluncuran perdana KCJB rencana dilakukan pada tanggal 18 Agustus 2023 mendatang," ujarnya.

"Di wakt inilah penumpang akan menikmati layanan gratis hingga bulan Oktober," sambungnya.

Tapi menurutnya, pemilihan penumpang layanan gratis untuk sementara ini akan dilakukan prosesnya.

Budi Karya juga mengatakan, pihaknya masih melakukan monitoring dan pengujian terhadap KCJB melalui berbagai tes, termasuk run test dan commissioning test.

Selain dua jenis tes tersebut, KCJB juga akan menjalani uji beban serta pemeriksaan keselamatan dan fasilitas sarana-prasarana.

Soal finalisasi SLO, Kementerian Perhubungan melibatkan semua pihak terkait, termasuk kontraktor, operator, regulator, serta universitas.

Hal itu guna memastikan kesesuaian persepsi terhadap uji kelayakan yang telah dilakukan.

"Pemerintah komitmen dalam memberikan Surat Izin Layak Operasi (SLO) bagi KCJB,"jelasnya.

Budi Karya menargetkan SLO tersebut akan diberikan paling lambat sebelum tanggal 1 Oktober 2023. 

"Diharapkan pelayanan transportasi yang modern dan efisien ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta meningkatkan konektivitas antara Jakarta-Bandung,"kata dia.

LUHUT NAIK KCJB: Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) telah diuji coba pada Kamis (22/6/2023). Menteri Koordinator Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan turut mengikuti uji coba Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB)  tersebut. (Kolase Tribun Medan)
LUHUT NAIK KCJB: Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) telah diuji coba pada Kamis (22/6/2023). Menteri Koordinator Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan turut mengikuti uji coba Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB)  tersebut. (Kolase Tribun Medan)

Baca juga: Luhut Uji Coba Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Jarak Tempuh Hanya 30 Menit, Ini Jadwal Beroperasinya

Luhut Telah Uji Coba Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) pada Kamis (22/6/2023).

Dalam pemberitaan sebelumnya, Menteri Koordinator Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan turut mengikuti uji coba Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB)  tersebut.

Kereta cepat tersebut diuji dari Jakarta dengan membawa rombongan Kemenko Marves dari Stasiun Halim hingga ke Stasiun Tegalluar, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Kata Luhut, rata-rata kecepatan kereta cepat tersebut, mencapai 355 Kilometer per jam.

"Kita tadi coba dengan Pak Menhub, Pak Gubernur, Kepala Kereta Api Tiongkok, ada Dubes Lukang. Kita coba sampai kemari dengan target kecepatan 385 kilometer per jam sebentar, tapi rata-rata 355 kilometer per jam," kata Luhut di Stasiun Tegalluar.

Rencananya, Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) akan beroprasi sebanyak 68 kali perjalanan dalam setiap hari.

"Ke depannya, ini akan ada 68 kali perjalanan dalam satu hari, dengan rata-rata penumpang 600 1 orang. Jadi saya kira akan membuat orang lebih nyaman untuk kemari," ujar Luhut.

Menilik Kereta Api Cepat Pertama di Indonesia, Dapat Menempuh Jakarta-Bandung dalam Durasi 30 hingga 45 Menit. Prototype Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Kereta cepat pertama di Indonesia dan Asia Tenggara.
Menilik Kereta Api Cepat Pertama di Indonesia, Dapat Menempuh Jakarta-Bandung dalam Durasi 30 hingga 45 Menit. Prototype Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Kereta cepat pertama di Indonesia dan Asia Tenggara. (Kompas.com / Hilda B Alexander)

Tak hanya Luhut yang langsung mencoba KCJB dari Jakarta ke Kabupaten Bandung, ia juga ditemani Mentri Perhubungan Budi Karya, dan Gubernur Ridwan Kamil.

Setibanya di Stasiun Tegalluar sekitar pukul 10,38 WIB dengan menggunakan kereta inpeksi, Luhut meninjau progres pembangunan stasiun dan Depo Tegalluar.

Ia juga memberikan arahan kepada para pegawai KCJB saat berada di Stasiun Tegalluar.

Menurut luhut, progres proyek KCJB masih berjalan sesuai target, dan diharapkan selesai sesuai target.

Luhut juga mengaku, saat mencoba KCJB semua berjalan sangat baik.

"Dari jakarta itu mencoba LRT, dan mencoba kereta api cepat, sampai di Padalarang kira-kira 30 menit, dan sampai di sini (tegalluar) 45 menit. Jadi suatu perjalanan yang sangat nyaman," kata Luhut.

Luhut mengaku, Presiden RI, Jokowidodo, memberikan instruksi baginya, gubernur, hingga menteri perhubungan.

"Rakyat sepanjang jalan KCJB ini, dari Jakarta sampai Bandung ini, supaya perwakilannya untuk mencoba kereta cepat ini," ujar Luhut.

Sesuai dengan arahan Presiden Jokowi, kata dia, uji kecepatan Kereta Cepat itu harus melibatkan setiap elemen yang ada di sepanjang jalur yang terdampak pembangunan proyek tersebut.

Tidak hanya itu, Presiden meminta agar proyek tersebut selesai tepat waktu.

"Dengan harapan rakyat juga merasakan bagaimana kereta cepat ini," tuturnya.

Luhut mengatakan, pengalaman di Tiongkok itu 40 ribu kilometer perjalanan kereta api cepat, jadi mereka sangat advance dan terbaik di dunia.

"Mereka juga ingin melakukan transfer teknologi kepada kita," tuturnya.

Menurutnya, nanti hilirisasi akan banyak, semua bahan baku (kereta cepat) akan dibuat di Indonesia dengan suport Tiongkok.

"Saya kira dari KCIC bekerja luar biasa. Saya ucapkan terima kasih, kepada pak Gubernur terkait masalah tanahnya, Pak bupati, semuanya, dan ini kita bekerja ramai-ramai (bersama)," ucapnya.

Baca juga: Luhut Uji Coba Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Jarak Tempuh Hanya 30 Menit, Ini Jadwal Beroperasinya

(*/Tribun-medan.com/kompas.com/TribunJabar.id)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved