Mabes Polri Akhirnya Respons Anggota Brimob Diperas Komandan, Kini Bripka Andry Merasa Terancam

Mabes Polri akhirnya menanggapi viral curhatan Bripka Andry Darma Irawan yang menjadi korban pemerasan komandannya.

Editor: Salomo Tarigan
istimewa via humas.polri.go.id
Brigjen Pol Ahmad Ramadhan 

TRIBUN-MEDAN.com - Mabes Polri akhirnya menanggapi viral curhatan Bripka Andry Darma Irawan yang menjadi korban pemerasan komandannya.

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan menegaskan, tidak boleh ada setor-menyetor antara bawahan dan atasan di lingkungan Polri.

Hal itu sehubungan curhatan di media sosial Bripka Andry yang mengaku dimintai uang hingga Rp650 juta oleh Kompol Petrus.

Saat itu, Kompol Petrus masih menjabat sebagai Komandan Batalyon B Satbrimob Polda Riau.

"Tidak ada di lingkungan Polri mengatur setor-setoran ya. Jadi kalau pertanyaannya boleh atau tidak, ya pasti tidak boleh ya," ujar Ramadhan, kepada wartawan, Rabu (7/6/2023).

"Tidak ada aturan yang mengatur seperti itu, jadi itu tidak boleh. Jadi kalau memang ada seperti itu, tentu akan berhadapan dengan hukum," sambungnya.

Polri, kata Ramadhan, tetap berkomitmen untuk menindak tegas terhadap pelanggaran dan penyimpangan. 

Baik itu pelanggaran disiplin, pelanggaran kode etik maupun tindak pidana oleh anggota Polri.

"Pasti akan dilakukan penindakan. Tapi secara prinsip ini komitmen Polri, jadi tidak menunggu kasus itu ada kasus yang dilaporkan, diperintahkan untuk ditindaklanjuti dan kami pastikan kasus itu bila memenuhi unsur apakah itu pelanggaran disiplin, pelanggaran kode etik apalagi pelanggaran pidana pasti ditindaklanjuti," tutur dia.

 
"Tentu kami membuka tangan masyarakat yang ikut melakukan pengawasan terhadap Polri, pengawasan itu di Polri sudah ada Propam, Irwasum ada dan bila ada masyarakat yang melakukan kontrol sosial dengan bentuk misalnya melaporkan kepada kepolisian adanya perbuatan seperti itu ya kami mengucapkan terima kasih dan kami tindaklanjuti," sambungnya.

Diberitakan sebelumnya, Seorang anggota Brimob Polda Riau Bripka Andry Darma Irawan tiba-tiba menghilang usai membongkar borok atasan.

Baca juga: AHY Masuk Bursa Cawapres Ganjar, Kubu Anies: Puan Juga Sempat Masuk Kandidat Cawapres Anies

Diketahui sosok Bripka Andry viral usai curhatnya dipalak komandan sendiri hingga Rp650 juta.

Bripka Andry mengaku kerap dipalak komandannya sendiri bernama Kompol Petrus H Simamora.

Dalam capture pesan Whatsapp, Kompol Petrus kerap memalak Bripka Andry mulai dari jutaan hingga puluhan juta.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved