Penangkapan Tiga Perampok Salon di Medan
Dua dari Tiga Perampok di Jalan Mabar Dibikin Cacat Polisi Karena Melawan saat Ditangkap
Sat Reskrim Polrestabes Medan menangkap tiga perampok yang sempat terekam kamera CCTV beberapa waktu lalu
TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN - Dua dari tiga perampok yang menyatroni rumah pemilik salon di Jalan Mabar, Kecamatan Medan Perjuangan dibikin cacat petugas.
Dua perampok dibikin cacat karena melawan saat ditangkap penyidik Sat Reskrim Polrestabes Medan.
Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Teuku Fathir Mustafa, saat ini para pelaku masih dalam pemeriksaan di Polrestabes Medan.
"Tiga orang pelaku sudah kita tangkap. Dua mencoba melawan petugas dan diberikan tindakan tegas terukur," kata Fathir kepada Tribun-medan, Rabu (7/6/2023).
Baca juga: Sesosok Mayat Wanita Ditemukan Membusuk, Korban Diketahui Bernama Sugiarti, Sudah Tiga Minggu Hilang
Ia menjelaskan, para pelaku ditangkap pada Selasa (6/6/2023) sekira pukul 04.00 WIB.
Fathir menyampaikan, saat ini pihaknya masih memburu pelaku lainnya yang juga terlibat dalam upaya perampokan terhadap
"Masih ada yang kita buru, dua pelaku lagi. Nanti kita informasikan lebih lanjutnya," sebutnya.
Diketahui, kasus ini sempat viral, karena para perampok terekam kamera CCTV.
Dari amatan Tribun-medan.com berdasarkan rekaman CCTV yang beredar, awalnya korban membuka pintu gerbang tokonya, dan berjalan menuju arah luar sebelah kiri.
Baca juga: Tiga Pelaku yang Coba Merampok Pemilik Salon di Medan Perjuangan Ditangkap, Dua Terkena Tembakan
Lalu, tiba - tiba salah satu pelaku yang memakai jaket warna biru langsung nyelonong masuk dari arah kanan.
Tampak, satu pelaku lagi yang memakai jas hujan mencoba mendekati korban.
Seketika korban yang kaget langsung berteiak.
Pelaku yang pakai jaket biru itu yang awalnya berada di dalam langsung keluar, karena mendengar korban berteriak.
Korban pun terlihat sempat melepaskan diri dari pelaku yang memakai jas hujan dan berlari masuk ke dalam tokonya.
Ketika itu, korban mencoba menutup langsung pintunya. Namun, para pelaku menarik pintu besi tersebut.
Baca juga: Gedung Eks Rumah Sakit Paru Dihibahkan Pemprov Jadi Kantor Ombudsman RI Perwakilan Sumut
Aksi tarik-tarikan pun terjadi, dan pelaku berhasil kembali masuk ke dalam dan mendorong korban hingga terjatuh.
Di saat itulah, pelaku yang mengenakan jaket biru terlihat menarik sesuatu dari leher korban.
Korban yang berteriak pun membuat tetangganya ikut keluar dan meneriaki para pelaku.
Para pelaku pun melarikan diri.
Menurut korban Nety, kejadian itu terjadi di tempat usaha salonnya di Jalan Mabar, Kecamatan Medan Perjuangan, pada Minggu (21/5/2023) kemarin.
Pagi itu, korban hendak meletakkan sampah ke depan salonnya dan tidak menyadari kehadiran para pelaku.
"Aku mau buang sampah pagi-pagi, subuh jam lima lewat. Biasanya memang jam lima lewat pembantu ku datang, jadi aku tiap buka pintu pembantu masuk, karena hari Minggu dia nggak datang," kata Nety kepada Tribun-medan, Senin (22/5/2023).
Ia mengatakan, saat itu dirinya tidak menyadari pelaku telah mengintainya dari arah samping salonny.
"Aku nggak lihat samping kiri kanan, karena di samping agak gelap, aku mau gantung sampah ke kiri jadi dia (pelaku) masuk," sebutnya.
Nety menjelaskan, waktu itu para pelaku ini tidak sempat menganiaya dirinya. Namun, sempat merampas kalung emas yang dipakai.
Tetapi, karena para pelaku panik kalung emas tersebut terjatuh dan tidak sempat dibawa lari.
"Nggak sempat dianiaya, cuma tarik - tarikan pintu. Kalung rantai emas saja yang diambil, tapi dapat lagi, ada tiga orang pelakunya, nggak ada bawa Sajam," ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa para pelaku ini melarikan diri dengan menggunakan sepeda motor.
Kasus itu pun telah dilaporkannya ke Kepala Lorong atau Keplor.
"Ini Keplor yang ngurus semuanya. Kalau siang aman di sini, aku juga baru dua bulan di sini," pungkasnya(Cr11/Tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/perampok-salon.jpg)