Dugaan Korupsi Beasiswa

Diduga Korupsi Beasiswa, Pejabat Universitas Al Washliyah Labuhanbatu Malah Intimidasi Mahasiswa

Pejabat rektorat Universitas Al Wasliyah Labuhanbatu mengintimidasi mahasiswa usai diduga mengorupsi dana beasiswa

Tayang:
Editor: Array A Argus
INTERNET
Universitas Al Wasliyah Labuhanbatu 

Heri mengatakan, adapun beasiswa yang dikorupsi itu adalah biaya kehidupan.

Mahasiswa cuma menerima biaya kehidupan Rp 1,7 juta.

Padahal, semestinya mahasiswa menerima biaya kehidupan sebesat Rp 4,8 juta, sebagaimana yang sudah ditentukan oleh pemerintah.

Baca juga: Baim Wong Diperiksa 3 Jam di Polda Sumut, Suami Paula Ngaku Senang Pelaku Tertangkap

Ada sisa uang Rp 3,1 juta yang entah kemana.

Kuat dugaan, uang Rp 3,1 juta dari masing-masing jatah mahasiswa ini pula yang diduga digelapkan dan dikorupsi oknum pejabat Universitas Al Washliyah Labuhanbatu.

Apa yang disampaikan Heri diamini oleh Tarmizi.

Menurut Tarmizi, orang yang mengorupsi duit beasiswa itu adalah Miftah.

Sebelum mereka menerima dana beasiswa biaya kehidupan, mahasiswa dikumpulkan oleh pria bernama Miftah.

Baca juga: Mafia Judi Ditangkap Polrestabes Medan, Diduga Anggota Kodam I/BB Ancam Hilangkan Nyawa Jurnalis

Ada 10 orang calon penerima beasiswa yang kala itu dikumpulkan.

"Lalu, di ruang kelas kami diberitahukan bahwa kami disuruh bayar uang terima kasih sebesar Rp 3,1 juta perorang. Uangnya dikumpulkan ke pak Miftah," kata Tarmizi. 

Ia mengatakan, mereka disuruh mengumpulkan uang Rp 3,1 juta itu, lalu penyerahannya dilakukan di Warkop Netral.

"Saya yang langsung mengantar uang itu ke Warkop Netral, dan langsung saya serahkan kepada pak Miftah. Di situ ada juga bapak Rektor Univa Basyarul Ulya Nasution dan Pak Rusli," katanya.

Baca juga: Polda Sumut Incar Guntur Syahputra, Terduga Bandar Judi dan Narkoba Jermal 15

Tidak hanya itu, tiap mahasiswa juga kembali dipungut biaya sebesar Rp 1.025.000 perorang dengan dalih biaya administrasi. 

"Katanya untuk bayar administrasi (almamater, uang pembangunan, kaus, dan KTM), dan kami langsung bayarkan ke Bank Sumut yang ada di Sigambal. Setelahnya kami juga ada membayar uang daftar ulang dari semester 1 dan 2 sebesar Rp 25 ribu perorang," kata Tarmizi.

Meski fakta-fakta tersebut sudah dibeber oleh mahasiswa, tapi pihak kampus justru membantah dan tidak mengaku.

Kuat dugaan, pihak kampus mulai ketar-ketir kedoknya terbongkar lantaran takut dipenjarakan jaksa.(tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved