Berita Medan

73 Industri Berpartisipasi di Expo Vokasi Kadin Sumut, Ada Produk Kreasi Siswa SMK

Dalam Expo Vokasi semarak bulan merdeka belajar yang merupakan kerjasama Kadin Sumut dan Pemprovsu menghadirkan banyak acara.

Editor: Ayu Prasandi
HO
Ketua Kadin Sumut Firsal Ferial Mutyara saat memaparkan Expo Vokasi Kadin dan Pemprovsu di Lapangan Astaka. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Sedikitnya 73 industri berpartisipasi dalam expo vokasi yang digelar Kadin Sumut dan Pemprovsu di Lapangan Astaka Gedung Serbaguna Jalan Willem Iskandar Medan.

Dalam Expo Vokasi semarak bulan merdeka belajar yang merupakan kerjasama Kadin Sumut dan Pemprovsu menghadirkan banyak acara.

Expo vokasi itu dihadiri ribuan orang dengan 73 peserta dari dunia usaha dan dunia industri.

Selain pameran, para siswa SMK juga berkreasi lewat berbagai produk.

Mulai dari perakitan elektronik, kuliner sampai servis mobil gratis.

Koordinator WKU Kadin Sumut Bidang Peningkatan Kualitas Manusia, Ristek dan Inovasi Isfan F Fachruddin, mengatakan expo vokasi ini adalah yang pertama digelar di Indonesia.

“Kelak ini bisa menjadi percontohan untuk event berikutnya. Bahkan untuk Kadin daerah lain di Indonesia pun bisa menjadikannya sebagai contoh,” tuturnya.

Isfan F Fachruddin mengungkapkan, expo vokasi adalah wujud realisasi MoU yang sudah dijalin antara Kadin dengan Pemprovsu terutama Dinas Pendidikan.

“Karena MoU itu harus dijalankan dan diwujudkan. Kemudian kita faham bagaimana harusnya menyelaraskan antara kebutuhan industri dan kualitas lulusan yang dihasilkan SMK. Ini ajang bertemunya antara dua pihak, yaitu pemberi kerja dan calon pekerja," ungkapnya.

Ke depan, ia berharap lebih banyak lagi perusahaan dan SMK yang bisa difasilitasi.

“Tentu Kadin sebagai rumah pengusaha tidak akan berhenti sampai di sini. Kita akan terus menggalang perusahaan lain menjalin mitra dengan sekolah,” jelasnya.

Kepala Dinas Pendidikan Sumut Asren Nasution mengatakan apa yang diimpikan dunia pendidikan dan dunia usaha tidak akan langsung terwujud secara instan.

“Expo vokasi ini sudah dari jauh hari kita rancang. Untuk membangun gedung, bisa kita pakai target waktu. Tapi membangun sumber daya manusia butuh waktu," tuturnya.

Asren mengatakan seringkali apa yang diperoleh siswa di SMK tak sesuai dengan industri.

“Kita dari dinas sudah mengimbau kepada kepala sekolah agar tidak lagi serta merta membuka kejuruan baru. Kadang tidak connect. Kalau sekolah kejuruan sudah jenuh akan kita evaluasi. Maka kolaborasi seperti expo vokasi ini yang kita butuhkan,” jelasnya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved