Berita Viral
Keluarga Aisiah Minta Hotman Paris Jadi Pengacaranya : Tolonglah Berkenan, Adik Saya Difitnah
Keluarga Aisiah Sinta Dewi, wanita yang tewas karena terjatuh di lift Bandara Kualanamu, memohon agar pengacara kondang Hotman Paris menjadi kuasa huk
TRIBUN-MEDAN.COM – Keluarga Aisiah Sinta Dewi Hasibuan, wanita yang tewas karena terjatuh di lift Bandara Kualanamu, memohon agar pengacara kondang Hotman Paris menjadi kuasa hukumnya.
Adapun Keluarga Aisiah Sinta Dewi Hasibuan hendak melaporkan pengelola Bandara Kualanamu terkait tewasnya Aisiah di lorong lift bandara. Menurut kakak korban, Raja Hasibuan, adiknya tewas karena kelalaian pengelolaan keamanan Bandara Kualanamu.
Dikatakan sang kakak Raja Hasibuan, keluarga merasa terpukul dengan kematian Aisiah Sinta Dewi Hasibuan. Pasalnya di berbagai media sosial, Aisiah disebutkan terjatuh dari lift karena kelalaiannya. Karena itu, mereka memohon agar Hotman Paris menjadi pendamping hukum mereka, agar kasus bisa diungkap terang benderang.
"Kepada Bapak Hotman Paris, tolong bapak, saya abang kandung korban mewakili keluarga, minta tolong bapak tegakkan hukum yang sebenar-sebenarnya, karena saya tahu bapak selalu membela yang benar, tolonglah," ujar Raja sambil menangis, Minggu (30/4/2023).
Kata Raja, keluarga merasa terpukul dengan kematian Aisiah. Pasalnya di berbagai media sosial, Aisiah disebutkan terjatuh dari lift karena kelalaiannya. Karena itu, mereka memohon agar Hotman menjadi pendamping hukum mereka, agar kasus bisa diungkap terang benderang.
"Jangan ada fitnah untuk adik saya, adik saya sudah meninggal dibilang lagi yang gimana-gimana, kami sudah berduka ditambah lagi fitnah-fitnah yang menyakitkan tolonglah bapak Hotman Paris, berkenan menjadi pengacara kami, tolong bapak kawal," katanya sambil menyeka air mata.
Raja mengungkapkan, dalam waktu dekat pihaknya akan membuat laporan ke polisi secara resmi. "Tentu akan kita laporkan ke polisi, (tapi) karena ini kan kami masih berduka, kami juga masih ada pengajian. Saya rasa kita masih belum fokus kali, jadi setelah acara ini selesai, kami pasti laporkan," ujar Raja.
Raja mengatakan, hingga kini keluarga masih belum menerima penyebab kematian korban. Mereka menduga lift yang digunakan Aisiah, eror sebelum dia terjatuh. "Kami tidak akan terima apapun ceritanya, kita mungkin bisa lihat dari tayangan (CCTV), itu safety kurang," ujarnya.
Dari CCTV yang dilihat Raja, pintu lift yang dinaiki Aisiah terbuka dan menyisakan celah saat melangkah, hingga Aisiah terjatuh dan masuk ke lorong kecil di depan pintu lift.
"Kita semua tahu, kalau lift naik pintu terbuka lantainya itu sejajar, kan begitu. Ini kan begitu dibuka (ada celah) adik saya jatuh, darimana bisa begitu," ujarnya.
Baca juga: Tak Terima Kematian Adiknya Karena Lift, Keluarga Aisiah Akan Polisikan Pengelola Bandara Kualanamu
Sebelumnya juga diberitakan, keluarga Aisiah Sinta Dewi, wanita yang tewas karena terjatuh di lift Bandara Kualanamu Deli Serdang akan melaporkan pengelola Bandara Kualanamu ke polisi.
Kakak korban Raja Hasibuan, menyampaikan pihak keluarga akan melaporkan pengelola Bandara Kualanamu ke polisi karena pihaknya menilai adiknya yakni Aisiah Sinta Dewi tewas lantaran keamanan lift yang tidak baik.
Kakak korban Raja Hasibuan menjelaskan, hingga kini keluarga masih belum menerima penyebab kematian Aisiah Sinta Dewi. Mereka menduga lift yang digunakan Aisiah, error sebelum dia terjatuh
"Tentu akan kita laporkan ke polisi, (tapi) karena ini kan kami masih berduka, nanti malam kami juga masih ada pengajian, saya rasa kita masih belum fokus kali. Jadi setelah acara ini selesai, kami pasti laporkan," ujar Raja.
Raja menjelaskan, hingga kini keluarga masih belum menerima penyebab kematian korban. Mereka menduga lift yang digunakan Aisiah, error sebelum dia terjatuh. "Kami tidak akan terima apapun ceritanya, kita mungkin bisa lihat dari tayangan (CCTV), itu safety kurang," ujarnya.
Dari CCTV yang dilihatnya, pintu lift yang dinaiki Aisiah terbuka dan menyisakan celah saat melangkah, hingga akhirnya Aisiah terjatuh dan masuk ke lorong kecil di depan pintu lift. "Kita semua tahu, kalau lift naik, pintu terbuka lantainya itu sejajar, kan begitu. Ini kan begitu dibuka (ada celah) adek saya jatuh, darimana bisa begitu," ujarnya.
"Jadi saya rasa bukan human error, potong leher saya kalau itu human error, supaya tidak ada terjadi korban lain pihak bandara harus membuat safety lebih jelas lagi," tambahnya.
Raja mengungkapkan, sebelum ditemukan tewas, Aisiah terlebih dahulu berangkat mengantar keponakannya ke Bandara Kualanamu pada Senin (24/4/2024) malam.
"Jadi dia mengantar keponakan kami yang akan pergi ke Malaysia, jadi dia bersama kakaknya, mamaknya keponakan ini, ke bandara. Sampai di bandara sekitar jam 19.30 WIB," ujar Raja.
Di bandara, Aisiah menemani keponakannya hingga bording past di lantai 2. Lalu dia kembali ke parkiran mobil. "Begitu adik saya diparkiran keponakan saya menelpon katanya ada yang disampaikan. 'O iya bentar bu'ci (tante) ke sana, jadi dia pergi sendiri," ujar Raja menirukan ucapan Aisiah.
Kata Raja, kemudian Aisiah naik ke lift sendirian. Di dalam lift Aisiah menelpon keponakannya dan mengatakan bahwa dia terjebak di sana.
"Terus nggak ada lagi kontak lagi, jadi yang anehnya itu kan keponakannya menelpon mamanya (kakak korban) dan mengatakan itu bu'ci, kok ngak sampai sampai, tadi dia bilang terjebak di lift, coba tanyakan ke bagian informasi," kata Raja.
Pihak keluarga kemudian meminta bantuan pihak keamanan bandara, untuk mencari Aisiah di sekitar lift.
"Mereka ikut membantu mencari tapi kasat mata, hanya sekadar begitu dibuka lift kosong, uda nggak ada lagi. Itu kami sempat minta CCTV (tapi), banyak prosedur atau gimana, itu kan titiknya sudah tahu di lift, jadi ngapain kita kemana mana, harusnya kan CCTV dibuka saja," ujar Raja.
Kata Raja, pihak bandara tidak menunjukan rekaman CCTV di lift, justru rekaman CCTV di areal lain.
"Perwakilan keluarga dikasih lihat CCTV tapi tidak di titik lift, yang di arah luar aja saat (Aisiah) masuk aja, di lift nggak ada. Kita minta di lift karena persoalan sudah jelas titiknya uda dapat, dikatakan bahwasanya di situ lost kontaknya, berarti di situ posisinya," kata Raja.
Dia juga menyayangkan pernyataan Bandara Kualanamu yang menyebut pihaknya tidak menunjukkan lokasi korban hilang, saat mengecek CCTV bandara.
"Kita sudah laporkan kalau adek saya lost kontak di lift, jadi mereka mau gimana lagi. tolong bilang pihak bandara jangan untuk kepentingan mereka keluarga dikorbankan difitnah, itu nggak baik," tandasnya.
Namun anehnya, menurut Raja, setelah korban ditemukan tewas pada Kamis (27/4/2023) malam, baru rekaman CCTV disampaikan ke publik. "Kan lucu setelah 3 hari hilang, baru ditayangkan CCTV, kenapa dari awal nggak diadakan, itu kan nyawa manusia," ungkapnya.
Raja juga membantah bahwa adiknya membuka paksa lift hingga akhirnya terjatuh. Menurutnya ada sistem keamanan yang salah di dalam lift.
"Kita lihat tayangan seksama dari mana orang buka paksa lift tangannya yang kanan megang handphone dan tangan kiri yang bukan tangan utamanya, bisa buka paksa kan nggak masuk logika," ujarnya. Selain itu, kata dia, Aisiah juga tidak mengetahui bahwa lift yang digunakannya memiliki pintu akses keluar masuk yang berbeda.
"Kenapa tidak ada pemberitahuan di luar atau dalam atau paling tidak kan sekelas lapangan terbang internasional safety-nya harus perfect, ini kenapa ngak ada operator di dalam. Kemudian upaya pencarian ngak maksimal, maaflah memang tidak maksimal karena mereka hanya sebatas itu," tandasnya. (cr9/Tribun-Medan.com)
Baca juga: 6 Fakta Penemuan Mayat di Lift Bandara Kualanamu, Kronologi Hingga Hasil Forensik
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/keluarga-aisiah-hotman-paris.jpg)