Kisah Perjuangan Siswa Demi Sekolah
Presiden Jokowi Harus Lihat Ini, Siswa di Langkat Susuri Sungai Demi Pergi ke Sekolah
Kisah perjuangan para siswa di Desa Besilam Bukit Lambasa demi sekolah viral di media sosial. Para siswa menyusuri sungai demi ke sekolah
TRIBUN-MEDAN.COM,LANGKAT- Kisah perjuangan para siswa/i di Desa Besilam Lambasa, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat viral di media sosial.
Tak sedikit warganet yang mengatakan bahwa perjuangan para siswa ini patut mendapat perhatian Presiden RI, Joko Widodo yang sekarang tengah berkunjung ke Kota Medan.
Sudah beberapa waktu belakangan ini, siswa/i di Desa Besilam Bukit Lambasa menyusuri sungai demi bisa sampai ke sekolahnya di SD Negeri 050677.
Baca juga: Viral Perjuangan Siswa hingga Memanjat Pohon untuk Mendapatkan Singal Agar Bisa Belajar Daring
Sebab, jembatan yang selama ini digunakan masyarakat dan siswa untuk beraktivitas roboh akibat diterjang banjir.
Sayangnya, diduga tidak ada perhatian serius dari pemerintah daerah untuk memperbaiki jembatan yang rusak.
Pemerintah daerah terkesan tutup mata terhadap kesusahan rakyat yang tinggal di pedalaman ini.
"Ada sebuah titi (jembatan) yang sebenarnya dekat penyeberangan menuju sekolah, tapi setelah titi itu terkena banjir, sampai sekarang titinya roboh dan tidak diperbaiki," kata warga perekam video.
Baca juga: Perjuangan Siswa SMP Belajar Daring, Pinjam Ponsel Tetangga dan Jual Tisu Untuk Beli Paket Internet
Warga mengatakan, saban hari para siswa/i itu pergi ke sekolah dengan cara menyusuri sungai.
"Makanya kami berharap kepada pihak-pihak terkait, untuk bisa kiranya membantu membangun titi tersebut agar anak-anak ini bisa pergi dan pulang sekolah dengan nyaman," kata warga.
Camat Wampu, Syamsul Adha mengatakan bahwa jembatan penyeberangan di desa tersebut masih ada.
Hanya saja, saat itu diperbaiki ala kadarnya saja.
Baca juga: Perjuangan Siswa Dapatkan Cinta Guru, Kerap Ditolak Hubungan Tak Lazim, Umrah Minta Petunjuk Jodoh
"Jembatannya ada, sempat ambruk kena banjir dan sudah diperbaiki ala kadarnya. Cuma bisa dilewati sepeda motor, sepeda dayung, atau pejalan kaki," ujar Syamsul, Rabu (8/2/2023).
Meski ala kadar, Syamsul pun menambahkan setiap pengendara maupun pejalan kaki harus berhati-hati.
"Kondisi jembatannya memang sudah miring. Tapi kalau pejalan kaki, sepeda dayung, sepeda motor masih bisa lewat pelan-pelan," ujar Syamsul.
Soal anak-anak sekolah dasar yang melewati sungai, Syamsul menambahkan, jika melintas sungai, jarak tempuh anak-anak sekolah akan semakin dekat, tanpa harus menuju ke jembatan yang ala kadar tersebut.
Baca juga: Berita Populer, Siswi SMA Sebar Video Syur dengan Pacar, Siswa SMK Bentak Guru di Sekolah
"Karena lebih dekat, dan anak-anak sekolah itu sambil main air. Dan jika banjir sifatnya hanya air lewat sekitar 1-2 jam sudah surut. Karakteristik sungainya dangkal," ujar Syamsul.
Meski demikian, perbaikan jembatan itu sudah menjadi atensi pihak kecamatan maupun pihak desa.
"Sudah menjadi atensi kami, hanya saja memang kemarin mau dialokasikan lewat dana APBDES tidak boleh karena wajib memenuhi untuk penanganan Covid-19, setelah Covid-19 mau diselesaikan. Keluar lagi aturan wajib ketahanan pangan sehingga terus terkendala sampai sekarang," tutup Syamsul.(tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/perjuangan-siswa-demi-bisa-sekolah.jpg)