Berita Viral
Terungkap Mantan Walikota Jadi Otak Perampokan di Rumah Dinas Walikota, Susun Strategi di Penjara
Ternyata ada pelaku lain di kasus perampokan Rumah Dinas Walikota Blitar. Ternyata mantan Wali Kota Blitar, Samanhudi Anwar sebagai otak perampokan.
Kawanan perampok menyekap Wali Kota Blitar, Santoso bersama istri dan tiga anggota Satpol PP yang berjaga di rumah dinas.
"Beliau disekap dalam kondisi diancam pelaku untuk menunjukkan lokasi penyimpanan barang berharga di rumah dinas," ujar Argowiyono.
Polisi mendapat laporan peristiwa perampokan di Rumah Dinas Wali Kota Blitar setelah subuh.
"Tadi pagi, setelah waktu subuh, ada informasi terjadi pencurian dengan kekerasan di Rumah Dinas Wali Kota Blitar. Sekarang kami masih olah TKP," kata Argo.
Argo menjelaskan kronologi kejadian perampokan, yakni pelaku menyekap Wali Kota Blitar, Santoso bersama istri dan tiga anggota Satpol PP yang berjaga di rumah Dinas.
Wali Kota bersama istri dan tiga penjaga diikat dan dilakban mulutnya. Pelaku masuk dari pintu sebelah barat dan langsung menyekap tiga penjaga di pos penjagaan.
Setelah itu, pelaku masuk ke dalam rumah dinas dan menyekap Wali Kota bersama istri di kamar.
"Pelaku sempat menyekap beliau (Wali Kota bersama istri) dan tiga penjaga. Tapi, kondisi Wali Kota dan istri saat ini baik-baik saja," ujar Argowiyono.
Dikatakannya, saat ini, tim dari Polres Blitar Kota di-backup tim dari Ditreskrimum Polda Jatim sedang melakukan olah TKP di Rumah Dinas Wali Kota Blitar.
"Kami mohon doanya mudah-mudahan para pelaku bisa segera ditangkap," katanya.
Warga Dengar Teriakan
Aksi perampokan di Rumah Dinas Wali Kota Blitar diketahui selepas subuh, Senin (12/12/2022). Warga yang selesai jamaah salat subuh di Masjid Syuhada Haji Kota Blitar sempat mendengar orang minta tolong dari arah Rumah Dinas Wali Kota Blitar.
Lokasi Masjid Syuhada Haji berada persis di sebelah barat Rumah Dinas Wali Kota Blitar.
"Saya lewat depan rumah dinas wali kota sekitar pukul 04.05 WIB. Saya lihat banyak mobil polisi di depan rumah dinas," kata Faizin, salah satu warga yang melintas di depan rumah dinas saat peristiwa terjadi.
Karena penasaran, Faizin berhenti di depan rumah dinas. Selain mobil polisi, Faizin juga melihat sejumlah warga yang baru selesai jamaah salat subuh di Masjid Syuhada Haji berdiri di depan rumah dinas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Ternyata-ada-pelaku-lain-di-kasus-perampokan-Rumah-Dinas-Walikota-Blitar.jpg)