Pembunuhan
Ternyata Lidya Sitinjak Si 'Boru Sasada' Dibunuh Pacar Sendiri, Rizky Lewa Ditangkap di Binjai
Pembunuh mayat gadis SMA dalam sumur, Lidya Sitinjak ternyata pacar sendiri, yaitu Rizky Lewa. Ini kronologi penangkapannya.
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pembunuh mayat gadis SMA dalam sumur, Lidya Sitinjak ternyata pacar sendiri, yaitu Rizky Lewa.
Polisi akhirnya meringkus seorang pria, yang membunuh dan membuang jasad siswi SMA di sumur areal perkebunan jagung di Jalan Jambu, Desa Serbajadi Kecamatan Sunggal.
Kapolsek Sunggal, Kompol Candra Yudha mengatakan pihaknya telah menangkap pelaku pembunuhan terhadap korban bernama Lidya Patmos Sitinjak berusia 17 tahun yang merupakan siswi SMK Nilai Harapan.
Baca juga: Situasi Rumah Duka Lidya Sitinjak, Siswi SMA yang Ditemukan Tewas di dalam Sumur
"Pelaku sudah tertangkap tadi jam lima, langsung diserahkan ke Sat Reskrim Polrestabes Medan," kata Candra kepada Tribun-medan, Jumat (16/12/2022).
Ia juga membeberkan identitas pelaku yakni bernama Rizky Lewa alias Riza (25) warga Paya Bakung, Desa Terang Bulan, Kecamatan Sunggal, Deliserdang.
Baca juga: Motif Juwita Berutu Culik Bayi di Dairi, Modus Beri Korban BSU BPJS Rp 10 Juta, Begini Kondisi Bayi
"Mereka ini berpacaran. Pelaku ini juga merupakan residivis kasus narkoba di Polres Binjai," sebutnya.
Dikatakannya, setelah kejadian pelaku sempat akan melarikan diri hingga akhirnya ditangkap di kawasan Jalan Simpang Kramat Rambung, Kecamatan Binjai Selatan, Kota Binjai.
"Pelaku sempat melarikan diri, dan tertangkap di kawasan Kota Binjai," ujarnya.
Candra juga menjelaskan, selain mengamankan pelaku pihaknya juga menyita sejumlah barang bukti dari tangan pria tersebut.
"Barang bukti satu unit sepeda motor, jaket yang digunakan pelaku dan juga handphone, semua barang ini milik pelaku," ungkapnya.
Sebelumnya, Lidya Patmos Sitinjak ditemukan tewas dengan cara yang cukup tragis.
Bagaimana tidak, jasadnya ditemukan warga di dalam sumur di areal perkebunan jagung.
Baca juga: Pulang Latihan Natal, Andrian Lubis dan Rizky Tewas Hanyut saat Banjir Sergai, Ini Kronologinya
Penemuan jasad gadis yang diduga kelas 2 SMA itu membuat geger warga, pada Kamis (15/12/2022) kemarin.
Saat ditemukan, kondisi gadis malang tersebut masih mengenakan seragam sekolah dan lehernya dalam keadaan terikat dasi.
Setelah ditemukan, jenazah korban pun langsung dievakuasi oleh petugas dan dibawa ke rumah Sakit Bhayangkara Medan.
Tangis Bunda Ratapi Kepergian Boru Sasada
Sebelum ditemukan tewas Lidya Sitinjak sempat berpamitan berangkat sekolah dan meminta untuk dicium oleh ibunya, Jumat (16/12/2022).
Saat ditemukan, kondisi gadis malang tersebut masih mengenakan seragam sekolah dan lehernya dalam keadaan terikat dasi didalam sebuah sumur di ladang jagung.
Nurhaida Tamba, ibu Kandung Lidya Sitinjak, mengatakan, anak gadisnya tersebut terakhir kali sebelum ditemukan tewas sempat berpamitan tidak seperti biasanya.
Baca juga: Wajah Pelaku yang Buang Jasad Gadis SMA Lidya Sitinjak di Dalam Sumur, Dikabarkan Telah Ditangkap
"Terakhir dia hari selasa itulah keluar rumah, saat itu pamitan mau berangkat sekolah dia diantar bapaknya, " Ucap Nurhaida Tamba, Jumat (16/12/2022).
"Tapi saat pamitan itu dia sempat minta dicium, cuman karena tangan ku kotor. Jadi kubilang udah berangkat lah kotor tangan ku. Tapi dia maksa minta dicium, hingga akhirnya berangkatlah dia diantar bapaknya tampa ku cium," Ucapnya.
Dia juga menuturkan, tidak ada firasat buruk timbul di hatinya sebelum kematian anaknya tersebut.
"Ga ada firasat buruk soal kematian anakku ini, karena biasa ajanya tingkah lakunya kulihat," Kata Nurhaida.
Baca juga: Fakta-fakta Mayat Gadis SMA dalam Sumur, Identitas Lidya Sitinjak, Kronologi hingga Kesaksian Kades
Diketahui, Lidya Sitinjak merupakan boru sasada atau anak perempuan satu satunya di dalam keluarga tersebut.
"Dia anak perempuan ku satu satunya, dialah anak pertama kami dari tiga bersaudara orang ini, adiknya dua cowok," Bebernya.
Nurhaida Tamba berharap, pelaku dapat dihukum seberat beratnya atas perbuatan yang sudah dilakukan terhadap anaknya tersebut.
"Pelaku harus ditangkap dan dihukum seberat beratnya dengan apa yang sudah dilakukannya terhadap anak ku, " Harapnya.
Pantauan Tribun Medan di lokasi, kerabat serta teman teman almarhum pun tampak sudah berkumpul didepan rumah menunggu kedatangan Jenazah Lidya Sitinjak yang masih berada di Rumah Sakit Bhayangkara Medan.
Didalam rumah pun tampak terlihat ibu Lidya Sitinjak hanya dapat menangis sedih menyambut kerabat yang terus berdatangan untuk menyampaikan bela sungkawa atas meninggalnya korban tersebut.
Di depan Gang pun terpasang bendera merah menadakan lokasi rumah duka. Beberapa kerabat yang duduk di depan rumah duka pun terlihat berbincang tengang kejadian yang menggemparkan tersebut.
Kronologi Temuan Mayat dalam Sumur
Kanit Reskrim Polsek Sunggal, Iptu Suyanto Usman Nasution membenarkan penemuan mayat siswi tersebut di dalam sumur.
Ia mengatakan, mayat tersebut pertama kali ditemukan oleh pemilik ladang. Diperkirakan jenazah sudah dua hari berada di dalam Sumur.
Baca juga: Pulang Latihan Natal, Andrian Lubis dan Rizky Tewas Hanyut saat Banjir Sergai, Ini Kronologinya
"Jadi benar tadi kami terima informasi dari kepala desa, bahwasanya telah ditemukan sesosok Mayat, perempuan yang mengenakan pakai SMA di dalam sumur," kata Usman kepada Tribun Medan, Kamis (15/12/2022).
Usman menambahkan, setelah mendapatkan informasi tersebut pihaknya langsung mendatangi lokasi penemuan jasad gadis yang mengenakan seragam SMA tersebut.
Namun, sayangnya tidak ditemukan logo ataupun petunjuk seragam sekolah mana yang dikenakan oleh korban.
"Kita lakukan olah TKP kita panggil Inafis, kemudian kita mencari saksi-saksi untuk menemukan penyebab kematian siswi tersebut," sebutnya.
Dijelaskannya, hingga saat ini pihaknya belum mengetahui identitas dari jasad korban tersebut.
Baca juga: Tampang Pembunuh Karmila Simatupang, Pelaku Beber Alasan Habisi Nyawa Korban
Tetapi, ia membeberkan bahwa saat ditemukan kondisi jenazah ada ditemukan sejumlah bekas memar.
"Untuk sampai saat ini identitas belum kita temukan, kita lakukan penyelidikan untuk mencari identitas maupun penyebab kematiannya," ungkapnya.
"Dugaan usia sekira 16 sampai 17 tahun, ciri-ciri khusus belum ditemukan. Untuk luka ada ditemukan lebam, tapi nanti itu dari hasil pengecek rumah sakit," sambungnya.
Dikatakan Usman, saat ditemukan kondisi jenazah memang dalam keadaan lehernya terjerat dasi.
"Kondisi mayat di dalam sumur dengan kondisi tidak terikat. Tadi ada (dasi di leher), tapi nanti kita pastikan lagi apakah itu karena disengaja atau memang apa penyebabnya," tuturnya.
Amatan tribun-medan, saat ditemukan kondisi jenazah dalam keadaan terlungkup di dalam Sumur ditutupi ranting kayu.
Baju korban dalam keadaan terbuka, dan mengenakan pakaian dal berwarna merah maroon.
Korban juga mengenakan sepatu berwarna hitam di kaki sebelah kanan, sementara kaki sebelah kirinya hanya memakai kaos kaki.
Jasad korban juga belum mengeluarkan bau.
Saat ini, jenazah telah dievakuasi oleh petugas dan dibawa ke rumah sakit Bhayangkara Medan.
(cr11/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pembunuh-Lidya-Patmos-Sitinjak.jpg)