Berita Tebing Tinggi

Dua Anak Korban Perbudakan Bertahun-tahun di Tebing Tinggi juga Kerap Alami Kekerasan

Dua anak asal Kota Sibolga sudah empat tahun menjadi korban perbudakan di sebuah toko yang juga menjual minuman keras di Kota Tebingtinggi

Tayang:
TRIBUN MEDAN/HO/LPAI Tebing Tinggi
Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia Kota Tebingtinggi, Eva Novarisma Purba saat menemukan keberadaan korban yang sedang terkurung dalam rumah pemilik toko yang ada di MJ Sutoyo, Kelurahan Satria, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebingtinggi. 

"Mereka itu kerja sampai malam tidak ada gaji dan makan hanya dua kali saja. Itu seperti yang disampaikan oleh kedua korban. Makanya badan mereka kurus dan pakaiannya compang camping seperti tidak terurus," sambungnya.

Selain itu, LPAI juga menemukan bekas tanda tanda kekerasan di badan keduanya. Kata Eva, pada bagian belakang badan korban ditemukan bekas pukulan yang mengarah pada penyiksaan.

"Ada dibelakang badan itu bekas pukulan yang seperti dicakar cakar atau di pukul benda keras. Kalau dari pengakuan korban mereka di pukul pakai kayu oleh pelaku dan itu sudah kerap dirasakan mereka," sebutnya.

Atas kasus perbudakan dan penyiksaan tersebut, keluarga korban bersama LPAI sudah melaporkan Dora ke Polres Tebingtinggi.

"Sejak tanggal 21 Oktober kemarin sudah kita laporan ke Polres Tebingtinggi. Muda mudahan pelaku segera ditangkap karena ini masalah anak," tutupnya.


(cr17/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved