Kasus Gagal Ginjal Akut
Publik Desak Polri Periksa BPOM, Dianggap Tak Bekerja,Obat Sirop Penyebab Gagal Ginjal Beredar Bebas
Publik menyoroti kerja BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan) setelah kasus gagal ginjal akut merebak di Indonesia.
TRIBUN-MEDAN.com - Publik menyoroti kerja BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan) setelah kasus gagal ginjal akut merebak di Indonesia. Bahkan, di Kota Medan sudah 6 anak meninggal dunia akibat penyakit ini.
Publik pun mendesak Polri untuk memeriksa BPOM. Sebab, obat yang beredar di apotek dan rumah sakit telah lulus uji lab BPOM.
Diketahui, enam anak yang menderita ginjal akut misterius di Medan meninggal dunia. Enam anak tersebut dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat H Adam Malik Medan.
Sementara seorang anak yang juga menderita penyakit tersebut berhasil sembuh.
RSUP Adam Malik telah merawat tujuh anak penderita ginjal akut misterius sejak Juli 2022. Usainya dari 1-6 tahun.
Dokter Spesialis Anak Konsultan Nefrologi RSUP H Adam Malik, Rosmayanti Syafriani Siregar, mengatakan, para pasien memiliki gejala awal yaitu tidak bisa buang air kecil atau air seni yang keluar sedikit.
Sementara pada deteksi awal, penyakit ginjal akut ini terjadi pada anak yang awalnya tidak memiliki riwayat gangguan ginjal.
"Penyakit ginjal akut ini terjadi pada anak yang tidak ada riwayat ginjal sebelumnya ataupun ada kelainan ginjal. Artinya anak dalam keadaan sehat sebelumnya. Kemudian datang disertai dengan gejala atau pun prodromal. Artinya gejala yang mendahului, bisa didahului adanya demam, diare, muntah, atau pun batuk pilek," ujar Rosmayanti Syafriani Siregar, kepada kompas.com, Selasa (18/10/2022).
Berdasarkan kasus yang sudah ditangani tersebut, penyakit ginjal akut ini sangat progresif, sehingga dari tujuh kasus yang ditangani, hanya satu yang berhasil sembuh.
Dia menyebut saat ini belum ada penjelasan medis penyebab pasti dari penyakit ginjal akut tersebut.
"Belum bisa dipastikan karena belum ada penelitian ke arah sana. Maksud saya belum ada hasil bahwa itu berhubungan dengan obat yang diberikan, yang jelas pasien ini gejala awalnya datang dengan tidak ada kencing atau kencing yang berkurang," ujar Rosmayanti.
Masyarakat Desak Periksa BPOM
Sejumlah masyarakat berunjuk rasa di depan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Medan.
Sejumlah massa yang tergabung dalam Rakyat Untuk Keadilan dan Supermasi Hukum (Raksahum), meminta agar BPOM Medan untuk mengawasi obat sirup yang telah dilarang untuk diedarkan.
Sebab, obat berbentuk sirup terindikasi menjadi penyebab penyakit ginjal akut pada anak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Kepala-BPOM-Medan-kena-bentak-pendemo.jpg)