Inilah 7 Gaya dan Adab Berhubungan Suami Istri dalam Islam, Gaya Seperti Ini Ternyata Dilarang

Dalam agama hubungan antar suami istri juga punya adab yang diatur demi kebaikan. Berikut ini tujuh gaya berhubungan suami

Tayang:
Editor: Dedy Kurniawan
Tribunnews.com
ILUSTRASI - Hubungan suami dan istri 

TRIBUN-MEDAN.com - Dalam agama hubungan antar suami istri juga punya adab yang diatur demi kebaikan.

Berikut ini tujuh gaya berhubungan suami istri menurut Islam dan doa berhubungan suami istri dan larangan dalam berhubungan badan .

Dalam Islam, berhubungan badan hanya pemenuhan kebutuhan rohaniyah, lantas gaya berhubungan suami istri menurut Islam apa saja?

Baca juga: Anak Buah Ferdy Sambo Syok, Lihat Rekaman Asli yang Berbeda, Brigadir J Masih Hidup dan Berjalan

Baca juga: 7 Keistimewaan dan Pahala Luar Biasa Menyantuni Anak Yatim, Dapat Gelar Khusus dari Allah

Lebih dari itu, Islam menilai,  berhubungan badan bagian dari ibadah, jadi bagaimana gaya berhubungan suami istri menurut Islam .

Nah, dalam perspektif ibadah ,  gaya berhubungan suami istri menurut Islam tentunya mengikut panduan-panduan yang dianjurkan dalam agama.

Baca juga: Diamnya Ayu Dewi, Ternyata Sudah Telepon Pengacara Minta Cerai, Imbas Isu Selingkuh Regi Datau


 
Di antara panduan - panduan gaya berhubungan suami istri menurut Islam adalah sebagai berikut :

1. Berhubungan Intim Memakai Penutup

Seperti dijelaskan oleh Syaikh penadzam, bahwa sebagian adab senggama yaitu suami hendaknya menyuruh istrinya untuk melepas semua pakaiannya ada baiknya kalau suami yg melepaskan pakaian istrinya.

kemudian suami dan istrinya bersenggama dalam satu selimut , akan tetapi , bukan berarti senggama yg di lakukan itu tanpa penutup sama sekali.

Karena ada hadist menyatakan.


“ Apabila kalian melakukan senggama dengan istrinya , maka jangan telanjang seperti telanjangnya unta “

2. Mempercantik dan membersihkan Diri

cara berhubungan intim dalam islam juga dianjurkan untuk memperindah diri masing-masing dengan berhias, memakai wewangian, serta bersiwak.

Berdasarkan sebuah hadits dari Asma’ binti Yasid radhiyallaahu ‘anha ia menuturkan, “Aku merias Aisyah untuk Rasulullah shallallahu a’laihi wasallam.

Setelah selesai, aku pun memanggil Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved