Berita Sumut
Pelaku Pencurian Kantor Bawaslu Langkat Belum Terungkap, Polisi Periksa Seluruh Staf
Polisi telah memeriksa sejumlah saksi pascaperistiwa pencurian di kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Langkat.
Penulis: Muhammad Anil Rasyid |
TRIBUN-MEDAN.com, LANGKAT - Polisi telah memeriksa sejumlah saksi pascaperistiwa pencurian di kantor Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu Langkat.
Kapolsek Stabat AKP Ferry Ariandy mengatakan adapun yang diperiksa untuk dimintai keterangan yakni saksi pelapor dan staf di Bawaslu Langkat.
"Perkembangannya kita sudah periksa saksi-saksi pelapor dan staf Kantor Bawaslu Langkat," ujar Ferry, Jumat (14/10/2022).
Baca juga: Kantor Bawaslu Langkat Dibobol Maling, Empat Laptop dan Satu Motor Raib, Kerugian Capai Rp 70 Juta
Lanjut Ferry, pihaknya juga sudah mendatangi lokasi kejadian yakni Kantor Bawaslu Langkat, untuk melakukan olah TKP.
Namun demikian, saat ini pelaku masih dalam penyelidikan.
"Sudah di cek Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pelakunya masih lidik," ujar Ferry.
"Sedangkan perkembangan laporan atas kejadian itu, sudah kita sampaikan ke pelapor ya," sambungnya.
Untuk diketahui, kantor Bawaslu Langkat dibobol maling pada, Selasa (4/10/2022) malam kemarin.
Atas kejadian itu, satu unit sepeda motor Yamaha Vixion, empat unit laptop, satu proyektor atau infokus, serta uang tunai Rp 1,6 juta raib dibawa kabur maling.
Selain mengalami kerugian meteril mencapai Rp 70 juta, aktivitas di kantor itu juga terganggu.
Diberitakan sebelumnya, Ketua Bawaslu Langkat Husni Laili menuturkan, kejadian itu berawal pada saat sekuriti di Kantor Bawaslu keluar untuk membeli makan, sekitar pukul 20.00 WIB.
Namun, saat sekuriti kembali ke Kantor Bawaslu sekitar pukul 21.30 WIB, sepeda motor yang terparkir di ruang utama hilang.
"Satu sepeda motor, empat laptop, satu unit infocus (proyektor), dan uang tunai milik staf Rp1,6 juta. Aktifitas di kantor Bawaslu Langkat sendiri ini juga terganggu," ujar Laili.
Baca juga: Kantor Bawaslu Langkat Dibobol Maling, Empat Laptop dan Satu Motor Raib, Kerugian Hingga Rp 70 Juta
Lanjut Laili, empat unit laptop tersebut diketahui tiga diantaranya milik Kantor Bawaslu dan satu milik staf pribadi.
"Pasti mengganggu kerja, karena terdapat data-data. Serta pekerjaan yang sudah rampung, terpaksa harus mengulangnya kembali," ujar Laili.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Bawaslu-Langkat-Dibobol-Maling.jpg)