Motif 6 Oknum TNI AD Sipil Mutilasi
TERBONGKAR Motif 6 Oknum TNI AD Sipil Mutilasi 4 Warga Mimika, Ternyata Gara-gara Ini
Pemicu kasus pembunuhan disertai mutilasi empat warga oleh enam oknum TNI AD dan sipil di Kabupaten Mimika, Papua terungkap.
TRIBUN-MEDAN - Pemicu kasus pembunuhan disertai mutilasi empat warga oleh enam oknum TNI AD dan sipil di Kabupaten Mimika, Papua terungkap.
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyebut, kasus tersebut ditengarai oleh bisnis bahan bakar minyak (BBM) jenis solar.
Sejauh ini sudah ada 19 orang saksi yang diperiksa dalam kasus ini.
Penemuan terbaru ini diungkapkan oleh Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (20/9/2022).
Anam mengatakan, para pelaku menyebut tempat penyimpanan solar itu sebagai "Mako".
"Berdasarkan tinjauan lokasi terdapat drum untuk penampungan solar dan grup Whats App terkait bisnis solar tersebut," kata Anam.
Adapun tempat penyimpanan solar itu berada dalam satu lokasi dengan sebuah bengkel las yang terletak di Nawaripi, yang merupakan milik salah seorang pelaku.
Penyelidik Komnas HAM menemukan puluhan drum penampungan solar dalam kondisi kosong.
Tetapi, aroma khas dari bahan bakar minyak itu tetap tercium.
Anam memperkirakan, solar yang dapat ditampung oleh pelaku mencapai 28 ribu liter solar.
"Ini di tempat ini terdapat (drum) jumlahnya 23 biji. Belum lagi ada satu tempat di sini yang sangat besar. Masing-masing drum ini bisa memuat sekitar 1.000 liter."
"Jadi kalau ada 23, sekitar 23 ribu liter, ditambah satu yang gede sekali itu sekira 5 ribu, sehingga 28 ribu solar," kata Anam.
Disebutkan, lokasi penampungan solar tersebut tidak jauh dari pelabuhan kapal-kapal laut yang membutuhkan bahan bakar itu.
Selain sebagai tempat penyimpanan solar, tempat tersebut juga disebut sebagai lokasi mereka rapat.
"Jadi kita temukan memang ada rekanan bisnis terkait solar. Itu tidak hanya drum-drum ini di tempat lokasi mereka rapat dan sebagainya tapi juga grup Whats App yang dalam grup Whats App itu juga membicarakan bisnis solar ini," kata Anam.