Pemko Medan

Akan Dibangun Dua Basement, Revitalisasi Lapangan Merdeka Kini Capai Enam Persen Pengerjaan

Progres pekerjaan Tahap I meliputi pembongkaran seluruh bangunan, pemasangan bor pile, dan penggalian basement pun telah berlangsung sesuai jadwal

Tayang:
Editor: Satia
Dok. Pemko Medan
Alat berat terlihat tengah melakukan Revitalisasi lapangan Merdeka Kota Medan. 

Dia melanjutkan, setelah direvitalisasi di permukaan Lapangan Merdeka akan ada panggung rakyat, jogging track, lapangan olahraga dan fitness outdoor, skatepark, taman, area bermain anak, dan Tugu Proklamasi.

"Sistem drainase juga telah direncanakan secara matang agar Lapangan Merdeka tidak menjadi tempat genangan air. Ada beberapa teknologi kita terapkan di sana, salah satunya dengan menggunakan sistem long storage dengan kapasitas lebih kurang 48 ribu meter kubik," ujarnya seraya mengatakan, penataan drainase di Lapangan Merdeka juga terintegrasi dengan program penataan kota lama Kesawan.

"Artinya, kedepan kita harapkan, bukan hanya Lapangan Merdeka bebas dari genangan air, namun juga di kawasan kota lama Kesawan," tambahnya.

TREMBESI DAN TUGU TITIK NOL

Endar juga menekankan, Revitalisasi Lapangan Merdeka ini tidak akan mengorbankan satu pun pohon trembesi yang ada di sana.

"Perlu saya sampaikan, bahwa seluruh pohon trembesi satupun tidak ada yang terganggu. Tetap. Kemarin ada pekerjaan pembersihan di lapangan, itu adalah pohon-pohon yang ditanam belakangan. Tapi nanti akan ditanam lagi. Konsepnya juga tidak menanam dari kecil, tapi sudah yang besar-besar langsung yang di tanam di sana," ujarnya.

Pohon-pohon yang ditanam belakangan itu, sebut Endar, ditanam oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan.

"Kalau pohon trembesi memang dari dulu sudah ada di sekitar Lapangan Merdeka. Satupun tidak ada yang terganggu. Tidak boleh," tegasnya.

Terkait Tugu Titik Nol, Endar mengatakan, akan dibangun ulang sesuai dengan bentuk aslinya atau awalnya.

Dia menekankan, tugu itu tidak termasuk bangunan cagar budaya.

Lagipula, tugu yang baru dibongkar itu juga tidak sesuai lagi dengan bentuk aslinya karena sudah diubah.

"Seingat saya dibangun dengan dana CSR Bank Sumut ketika periode Wali Kota Bachtiar Djafar," ucapnya.

Endar menambahkan, Kantor Pos Medan merupakan bangunan cagar budaya dan merupakan ikon bangunan tua di Kota Medan.

Sebelum dibongkar, tugu itu menutup bangunan Kantor Pos Medan.

"Jadi, kita konsep ulang. Tetap nanti akan dibangun sesuai bentuk aslinya yang memang tidak menutup bangunan Kantor Pos," tutupnya.

 

 

*

 

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved