Medan Terkini

SADIS, Dukun Palsu Pekalongan Kelabui Janda, Suruh Hubungan Inses, Potong Bagian Tubuh dan Memeras

Di luar akal sehat, Afrizal mengelabui korban, bisa mengobati asalkan mau melakukan hubungan insen (hubungan sedarah), memotong bagian tubuh, puting.

Kolase Tribunnews.com: Kanal YouTube Tribun Pantura dan Kompas.com/Ari Himawan
Afrizal (29), tersangka dukun palsu yang tipu janda di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Pelaku suruh pasien untuk melakukan ritual hubungan inses dan potong bagian tubuh. 

TRIBUN-MEDAN.com - Sungguh sadis aksi dari dukun palsu di Pekalongan, Jawa Tengah ini.

Afrizal, pria berumur 29 tahun ini tega mengelabui janda lugu, warga Kecamatan Doro, Pekalongan.

Di luar akal sehat, Afrizal mengelabui korban, bisa mengobati asalkan mau melakukan hubungan insen (hubungan sedarah), memotong bagian tubuh yaitu puting.

Tak sampai di situ, dukun palsu Afrizal ini juga meminta korban mem-videokan tiap mandi. Ini pula nantinya yang dijadikannya alat untuk memeras korban.

Baca juga: BIKIN Onar di Kompleks Tasbih II, 16 Anggota Geng Motor Mendekam di Sel Polrestabes Medan

Tribun Medan menyarikan kembali fakta-fakta sadis si dukun palsu Pekalongan:

Kasus ini bermula saat korban bergabung ke group Facebook Terawang dan Arti Mimpi pada bulan Februari 2022 lalu.

Beberapa waktu kemudian, korban mendapatkan pesan dari akun bernama Fitria.

IFitria menyebut korban memiliki aura gelap dan disarankan berobat ke dukun atau orang pintar.

Korban diminta mengubungi seseorang bernama Ibu Sri.

Tanpa diketahui korban, Ibu Sri merupakan nama samaran di medsos dari Afrizal sendiri.

Pada akhirnya korban dan pelaku menjalin komunikasi secara intens.

2. Disuruh lakukan ritual

Kapolres Pekalongan, AKBP Arief Fajar Satria membeberkan modus yang digunakan pelaku untuk memperdaya pasiennya.

Pelaku meminta korban untuk melakukan ritual nyeleneh dengan maksud untuk membersihkan aura yang negatif.

Ritual berupa hubungan badan sedarah alias inses antara korban dengan anak kandungnya dan memotong anggota tubuh.

Pelaku juga meminta korban merekam saat mandi untuk mengirim videonya ke pelaku.

"Salah satu caranya ialah memotong (maaf) puting payudara, berhubungan intim dengan anaknya, dan mandi yang semuanya harus divideokan," urai Arief.

Arief menyebut, ritual-ritual itu hanya modus pelaku untuk menipu korban.

Kapolres Pekalongan, AKBP Arief Fajar Satria 1
Kapolres Pekalongan, AKBP Arief Fajar Satria saat menjelaskan kasus dukun palsu tipu janda di Pekalongan.
Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved