Akhirnya Bicara, Camat Wanita yang Dicopot Gara-gara Video Lenggak-lenggok ala Citayam Fashion Week
Tak ada yang menyangka, camat wanita di Payakumbuh Sumatera Barat dicopot karena berjalan ala Citayem Fashion Week.
TRIBUN-MEDAN.com - Tak ada yang menyangka, camat wanita di Payakumbuh Sumatera Barat dicopot karena berjalan ala Citayem Fashion Week.
Ya, sebelumnya viral video camat yang bernama Dewi Novita catwalk ala citayem fashion week di Sumatera Barat.
Pemecatan tersebut pun menuai pedebatan di media sosial.
Lantas bagaimana reaksi Dewi menanggapi pencopotan tersebut?
Baca juga: KABAR GEMBIRA Gaji PNS Naik Termasuk Tunjangan Kinerja, Rincian Gaji PNS Terendah dan Tertinggi
Pada amatan video yang beredar, Dewi berjalan gaya ala Citayem Fashion Week di zebra cross yang ada di Sumatera Barat.
Ia mengenakan pakaian PNS, berjilbab, dan membawa tas.
Baca juga: Update Kondisi Irjen Ferdy Sambo di Mako Brimob, Bocoran Mahfud MD soal Tersangka Ketiga, Hati-hati
Ia terlihat berjalan dengan santai dan tak ada menampilkan pakaian atau pun sekretaris yang mencolok.
Namun sayangnya, aksi ala Citayam Fashion Week Dewi dihujat netizen dan membuatnya dicopot dari jabatan camat.
Menanggapi pencopotannya, Dewi Novita mengatakan tidak merasa ada membuat kesalahan.
Ia merasa ada memang yang dari awal melihat tidak suka.
"Video itu sebenarnya tergantung bagaimana kita menyikapinya, tergantung kita melihatnya dari sudut pandang mana," kata Dewi Novita, saat dikonfirmasi TribunPadang.com melalui sambungan telpon.
Dewi menjelaskan viral videonya berawal dari adanya MUI Payakumbuh berkomentar dalam postingan yang dikirimnya ke akun media sosial pribadinya.
"MUI berkomentar bahwasanya video saya tidak sesuai dengan norma adat, norma agama, tidak sesuai adat basandi syarak dan syarak basandi kitabullah. Baju saya tidak sesuai dengan syariat Islam," kata Dewi Novita.
Ia menyebutkan, seharusnya MUI Payakumbuh seharusnya lebih cerdas menilai nilai norma agama yang dilanggarnya.
"Kalau adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah. Saya kan tidak bertelanjang, tidak memperlihatkan aurat," kata Dewi Novita.
Ia juga mengakui pakaian yang dipakainya ikut dikomentari sehingga dirinya tidak terima karena dianggap telah melanggar Hak Azazi Manusia (HAM).
"Nah, dasar itulah MUI ini mengadukan saya ke Walikota Payakumbuh. Nah, Walikota tanpa ada konfirmasi dan pemberitahaun langsung saja memberhentikan saya sebagai Camat Payakumbuh Timur," katanya.
Akhirnya Dewi Novita dipindahkan menjadi Sekretaris Satpol PP Kota Payakumbuh. Ia mengaku tidak ada pemanggilan atau teguran sama sekali sebelum dicopot.
"Sebenanarnya diawal adanya Citayam Fashion Week itu tidak ada masalah. Namun, akhir-akhir muncul masalah seperti mengganggu akses lalu lintas, dan munculnya laki-laki berpakaian perempuan," katanya.
Dewi Novita mengatakan, terkait adanya masalah itu tidak ada ajakan untuk siapa-siapa dan hanya membuat konten pribadi.
"Kalau misalnya dikatakan sebagai pejabat publik harus menjaga etika, apakah pejabat publik tidak boleh berkreasi, tidak boleh berekspresi," katanya.
Dewi Novita tidak akan ada mengajukan banding atas pencopotannya sebagai Camat Payakumbuh Timur dan menerimanya dengan legowo.
"Saya menerima, karena jabatan itu adalah amanah dari pimpinan, dan sementara karena bukan untuk seumur hidup," kata Dewi Novita.
Baca juga: Update Kondisi Irjen Ferdy Sambo di Mako Brimob, Bocoran Mahfud MD soal Tersangka Ketiga, Hati-hati
Baca juga: KABAR GEMBIRA Gaji PNS Naik Termasuk Tunjangan Kinerja, Rincian Gaji PNS Terendah dan Tertinggi
(*)
Berita sudah tayang di tribun-padang.com
Akhirnya Bicara, Camat Wanita yang Dicopot Gara-gara Video Lenggak-lenggok ala Citayam Fashion Week
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Dewi-Centong-atau-Dewi-Novita-dicopot-dari-jabatannya-sebagai-Camat-Payakumbuh-Timur.jpg)