Brigadir J Tewas Ditembak
KUASA HUKUM Keluarga Brigadir J: Apakah Anak Klien Kami Disiksa Dulu Baru Ditembak? Atau. . . .
Jsri Brigadir J juga dirusak, dipatahkan dan ada kuku yang dicabut. "Di belakang kepala juga ada seperti luka sobek, yang sampai dijahit
Seperti diketahui dari keterangan polisi disebutkan Brigadir J tewas dalam adu tembak dengan rekannya Bharada E di rumah Irjen Ferdy Sambo. Keduanya adalah ajudan Irjen Ferdy Sambo.
Penyebabnya karena Brigadir J disebut melakukan pelecehan dan penodongan terhadap istri Irjen Ferdy Sambo di kamarnya. Karena teriakan istri Irjen Ferdy Sambo, Bharada E menegur namun dibalas tembakan sehingga terjadi adu tembak yang berujung tewasnya Brigadir J.
Keterangan polisi ini dianggap janggal oleh banyak pihak. Sehingga Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membentuk tim khusus gabungan untuk mendalami kasus ini dengan melibatkan Kompolnas dan Komnas HAM.
LPSK Persilakan Keluarga Brigadir Yosua Ajukan Permohonan Jika Perlu Perlindungan
Di sisi lain, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mempersilakan keluarga almarhum Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat, mengajukan permohonan, bila memerlukan perlindungan.
Pihak keluarga Brigadir Yosua mengaku sempat menjadi korban peretasan, hingga didatangi polisi, sejak buka suara soal kasus kematian Brigadir Yosua.
"Silakan saja kalau mereka hendak ajukan permohonan perlindungan, kami terbuka," kata Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu saat dihubungi Tribunnews, Jumat (15/7/2022).
Dia menerangkan, pihaknya berkomitmen membantu siapapun yang membutuhkan perlindungan.
"Siapa saja yang membutuhkan perlindungan LPSK, dapat ajukan permohonan, sesuai ketentuan perundangan-undangan berlaku," jelasnya.
Sebelumnya, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan mengungkapkan, Brigpol Yosua ditembak mati karena diduga melecehkan dan menodongkan pistol kepada istri Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo, Jumat (8/7/2022).
"Yang jelas gininya, itu benar melakukan pelecehan dan menodongkan senjata dengan pistol ke kepala istri Kadiv Propam, itu benar," ujar Ramadhan saat dikonfirmasi, Senin (11/7/2022).
Ramadhan menuturkan, fakta itu diketahui berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi. Dua saksi yang diperiksa adalah Istri Kadiv Propam dan Bharada E.
"Berdasarkan keterangan dan barang bukti di lapangan bahwa Brigadir J memasuki kamar pribadi Kadiv Propam dan melecehkan istri KadivPropam dengan todongan senjata,” ungkap Ramadhan.
Ia menuturkan, istri Kadiv Propam disebut berteriak akibat pelecehan yang diduga dilakukan Brigadir J.
Teriakan permintaan tolong tersebut pun didengar oleh Bharada E yang berada di lantai atas rumah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Pemakaman-Brigadir-J.jpg)