Idul Adha 2022

UNIK, Pembagian Hewan Kurban tanpa Kantong Plastik di Kompleks Perumahan Medan Tuntungan

Namun ada yang menarik dari pembagian kurban yang berada di Perumahan Puri Zahara 2 ini. Daging kurban dibagikan tanpa kantong plastik.

Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/ANISA RAHMADANI
Beberapa panitia kurban saat memasukkan daging ke dalam wadah untuk dibagikan ke masyarakat. 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN - Hingga saat ini masih banyak panitia qurban yang belum selesai memotong sapi dan membagikannya kepada masyarakat, Senin(11/7/2022).

Misalnya di Perumahan Puri Zahara 2 Kecamatan Medan Tuntungan, dimana para panitia kurban masih sibuk memotong dan membersihkan daging sapi sebelum dibagikan ke masyarakat.

Baca juga: HARGA Minyak Goreng di Alfamart dan Indomaret, Tropical, Filma, Sania 2L Turun Rp 30 Ribuan

Namun ada yang menarik dari pembagian kurban yang berada di Perumahan Puri Zahara 2 ini.

Dimana para panitia membagikan daging sapi ini tidak menggunakan plastik.

Selain itu juga, kotoran hewan kurban diolah menjadi pupuk.

Baca juga: LOWONGAN Kerja Medan, Lion Parcel Buka Loker yang akan Diposisikan Sebagai Kurir


Dari amatan Tribun Medan Warga beserta remaja masjid perumahan ini terlihat dalam pengolahan daging kurban dengan tetap memperhatikan kebersihan dan pelestarian lingkungan.

Hal itu terlihat dari warga menggunakan besek dan daun untuk membungkus daging kurban.

Selain itu masyarakat setempat juga menyumbangkan wadah berupa tempat makan yang ada tutupnya untuk meletakkan jeroan.

Tak cuma itu, warga setempat juga tidak membiarkan kotoran perut hewan kurban (rumen) menjadi sampah.

Namun dimanfaatkan menjadi pupuk alami. Sedangkan sampah organik dapur dari hewan kurban juga langsung diolah di area pengomposan.

Kegiatan wajib yang digelar setelah Salat Idul adha ini juga menerapkan konsep tanpa kantong plastik. Dimana Sampah-sampah ini selanjutnya disetorkan ke Bank Sampah Puri Zahara 2.

Di samping itu, untuk mengantisipasi bau dan penyebaran virus, warga melakukan penyemprotan eco enzyme di lokasi pemotongan hewan qurban.

Eco enzyme yang digunakan pun merupakan hasil pengolahan sampah organik oleh warga.

Menurut Anin, selaku anggota panitia kurban, mengaku konsep kurban tahun ini memang baru ini diterapkan.

"Karena kita juga mau mendukung program Pemerintah Kota dalam kebersihan dan lingkungan dan Alhamdulillah banyak juga masyarakat yang mau ikut sumbang wadah makanan," ucapnya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved