Berita Nasional
Flu Singapura Muncul di Yogyakarta, Sebulan Terakhir Tercatat Ada 23 Kasus, Dominan Menyerang Balita
Flu Singapura dalam sebulan terakhir masif menyerang anak-anak usia di bawah lima tahun (balita) di Yogyakarta.
TRIBUN-MEDAN.com - Flu Singapura dalam sebulan terakhir masif menyerang anak-anak usia di bawah lima tahun (balita) di Yogyakarta.
Tentunya kehadiran Flu Singapura perlu diwaspadai, mengingat hingga kini wabah Covid-19 belum juga berakhir.
Tak hanya Yogyakarta, kewaspadaan terhadap Flu Singapura juga perlu dilakukan provinsi lainnya di Indonesia.
Baca juga: Apa Itu Flu Singapura, Penyakit yang Menyerang Anak-anak, Gejala Flu Singapura, Cara Mencegahnya
Kasi Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta, Endang Sri Rahayu, menuturkan, Puskesmas maupun fasilitas kesehatan lainnya di wilayah Yogyakarta dalam sebulan terakhir semakin banyak menerima pasien bergejala Flu Singapura.
"Sepanjang bulan Juni sampai awal Juli ini ada 23 kasus di Kota Yogyakarta. Sebagian besar memang dialami balita, atau usia anak-anak, karena daya tahan tubuhnya masih belum cukup kuat," ungkap Endang, Jumat (8/7/2022).
Endang menjelaskan penyakit Flu Singapura atau dengan nama lain hand, foot and mouth disease tersebut tetap bisa menular ke orang dewasa dan remaja.
Pasalnya, secara garis besar, Flu Singapura ini serupa dengan flu musiman lainya.
"Cuma, gejalanya selain sakit tenggorokan dan demam, itu biasanya ada ruam merah yang tidak terasa gatal, disertai lepuhan di telapak tangan, dan telapak kaki," urainya.
"Selebihnya itu nggak berbeda sama flu musiman. Laporan juga terus masuk ini, terkait Flu Singapura. Makanya, warga masyarakat tetap harus waspada, ya," lanjut Endang.
Baca juga: MENGENAL FLU Singapura, Gejalanya Demam, Nyeri Tenggorokan, Hindari Kontak Anak-anak Sakit
Endang pun mengimbau, penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat menjadi kunci pencegahan Flu Singapura.
Sebab, Flu Singapura sangat rentan menyebar lewat kontak kulit, uap air udara pernafasan, maupun air liur penderitanya.
"Sebenarnya, pencegahannya pun sama dengan Covid-19. Harapan kami, masyarakat terbiasa menerapkan PHBS, lalu rajin cuci tangan dan pakai masker," katanya.
Dilansir dari Tribunnewswiki.com, Flu Singapura merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus yang umumnya dialami oleh anak-anak.
Dalam kebanyakan kasus, Flu Singapura umumnya menyerang anak-anak atau balita.
Virus yang menyebabkan infeksinya adalah enterovirus 71 dan terkadang coxsackievirus A16.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/virus-flu-singapura-yang-dialami-oleh-anak-anak.jpg)